Kamis, 28 Mei 2026

Pemko Medan Fokus pada 4 Aset, Rico Waas Targetkan Profit PUD Pembangunan

Minggu, 22 Februari 2026 06:06 WIB
Pemko Medan Fokus pada 4 Aset, Rico Waas Targetkan Profit PUD Pembangunan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin paparan rencana kerja Direksi PUD Pembangunan Kota Medan periode 2026–2030 di Balai Kota Medan, Jumat (20/2/2026). (Dok/Diskominfo Medan)
Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan untuk melakukan pembenahan total terhadap Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan.

Dalam upaya mendorong kebangkitan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut, Rico Waas memprioritaskan empat aset utama yang dinilai memiliki potensi besar untuk menghasilkan keuntungan jika dikelola secara profesional.

Penegasan tersebut disampaikan Rico Waas saat paparan rencana kerja Direksi PUD Pembangunan masa jabatan 2026–2030 di Balai Kota Medan, Jumat. Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman, jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, serta Direksi PUD Pembangunan.

Rico Waas menegaskan, PUD Pembangunan tidak bisa lagi dikelola dengan pola lama. Reformasi manajemen, disiplin bisnis, serta langkah konkret dinilai menjadi kunci utama agar perusahaan daerah tersebut dapat bangkit dan memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dari lima unit usaha yang dikelola, yakni Pergudangan Kota Tanjung Mulia (PKTM), Kolam Renang Deli, Gelanggang Remaja, Taman Margasatwa Medan (Medan Zoo), dan Rusunawa Amplas, Rico Waas menyebut empat di antaranya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi unit usaha yang menguntungkan.

Salah satu aset yang menjadi sorotan utama adalah PKTM seluas 12,5 hektare. Saat ini, lahan tersebut baru dimanfaatkan sekitar 4 hektare, sehingga masih terdapat sekitar 7 hingga 8 hektare lahan yang belum digarap secara optimal.

Melihat potensi tersebut, dilansir dari laman Diskominfo Medan, Rico Waas membuka peluang pengembangan baik melalui pembangunan mandiri maupun kerja sama dengan pihak ketiga, terutama jika kondisi fiskal daerah belum memungkinkan investasi penuh.

“Kalau keuangan kita berat, ayo kita kerja sama. Tapi ini harus bergerak. Jangan stagnan,” tegas Rico Waas.

Ia juga menegaskan kesiapan Pemko Medan untuk mendukung perbaikan akses jalan dan infrastruktur penunjang lainnya guna meningkatkan nilai bisnis kawasan PKTM.

Selain itu, Kolam Renang Deli dan Gelanggang Remaja yang berada di kawasan strategis pusat kota dinilai seharusnya menjadi aset paling produktif. Namun demikian, Rico Waas mengingatkan agar pengembangan bisnis tidak menghilangkan fungsi utama aset tersebut.

“Jangan kehilangan asetnya, jangan berubah fungsi. Kalau kolam renang, tetap kolam renang. Silakan dikembangkan, tapi fungsi utamanya jangan hilang,” jelasnya.

Terkait kemungkinan penyertaan modal, Rico Waas menegaskan Pemko Medan tidak menutup peluang tersebut. Namun, ia menekankan bahwa suntikan dana hanya dapat diberikan apabila rencana bisnis yang diajukan benar-benar komprehensif, terukur, dan realistis, serta disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

“Kami tidak takut membicarakan penyertaan modal. Tapi kita juga harus melihat kondisi keuangan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PUD Pembangunan Kota Medan, Septianus Bate’e, memaparkan kondisi keuangan perusahaan yang saat ini masih mengalami defisit rata-rata Rp289 juta per bulan. Unit pergudangan masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar 73,25 persen dari total pendapatan.

Namun, tingginya beban operasional yang mencapai Rp367 juta per bulan, kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sekitar Rp1,2 M per tahun, serta tunggakan hak pegawai, membuat kondisi keuangan perusahaan belum sehat.

“Kolam Renang Deli dan Taman Margasatwa Medan masih merugi, sementara Gelanggang Remaja dan Rusunawa Amplas mencatat surplus tipis,” ungkap Septianus.

Untuk periode kepemimpinan 2026–2030, jajaran Direksi PUD Pembangunan berkomitmen memulai pembenahan dari internal perusahaan. Langkah tersebut meliputi digitalisasi sistem keuangan bekerja sama dengan Bank Sumut, audit operasional, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Key Performance Indicator (KPI) dengan target kepatuhan 95 persen, efisiensi biaya, serta memastikan nihil temuan audit material.

“Transformasi Medan Zoo juga tengah kami siapkan melalui rebranding dan perubahan konsep pengelolaan,” tambahnya.

Pemerintah Kota Medan menargetkan PUD Pembangunan tidak lagi menjadi beban keuangan daerah, melainkan bertransformasi menjadi BUMD yang sehat, profesional, dan berorientasi profit, tanpa meninggalkan fungsi sosialnya.

Dengan penggerakan aset-aset prioritas secara bertahap, PUD Pembangunan diharapkan mampu bangkit dan berkontribusi nyata bagi pembangunan Kota Medan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pemko Medan Beri Jaminan Kesehatan Korban Begal, Keluarga Apresiasi Respons Cepat Wali Kota Rico Waas
Jateng Siapkan Pariwisata dan Ekonomi Syariah Jadi Motor Baru Ekonomi 2027
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Pendidikan Nasional 2026
Kakorlantas Polri: Keselamatan Lalu Lintas Merupakan Investasi Terbesar Bangsa
Sopir Taksi Online Diduga Ngamuk dan Rusak Mobil Pengendara di Tol JORR Pondok Pinang
Pemprov Sumut Gelontorkan Rp1,3 Triliun untuk Infrastruktur 2026
komentar
beritaTerbaru