Kamis, 20 Agustus 2026

Lapas Pancurbatu Ikuti Simposium Nasional Menuju Paradigma Baru Pemidanaan di Indonesia

Jumat, 14 April 2023 16:10 WIB
Lapas Pancurbatu Ikuti Simposium Nasional Menuju Paradigma Baru Pemidanaan di Indonesia
Lapas Kelas IIA Pancurbatu mengikuti simposium nasional menuju paradigma baru pemidanaan di Indonesia, di Aula Lapas Kelas IIA Pancurbatu, Kamis (13/4/2023). (Dok/Lapas Pancurbatu)
Pancurbatu (buseronline.com) - Lapas Kelas IIA Pancurbatu mengikuti simposium nasional menuju paradigma baru pemidanaan di Indonesia, di Aula Lapas Kelas IIA Pancurbatu. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh pejabat struktural dan staf Lapas Pancurbatu.

Kegiatan yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DitjenPas) Kemenkumham RI ini mengundang beberapa tokoh yang dianggap memiliki kapabilitas dalam hal pemidanaan yang dibutuhkan di Indonesia saat ini seperti Harkristuti Harkrisnowo Guru Besar Hukum Universitas Indonesia sekaligus anggota Komisi Hukum Nasional serta Arsul Sani anggota Komisi III DPR-RI.

Sebagai kata sambutan dalam kegiatan ini, Reynhard Silitonga selaku Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengatakan bahwa paradigma baru sistem pemidanaan di Indonesia haruslah berubah dari yang sebelumnya berorientasi retributif ( balas dendam ) menjadi korektif, restoratif, dan rehabilitatif.

Hal ini dianggap perlu diubah dan diselaraskan dengan dinamika kehidupan bermasyarakat serta melihat UU Pemasyarakatan yang terbaru serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Demikian pula halnya yang disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM selaku salah satu key note dalam simposium tersebut menyampaikan tiga fungsi pemidanaan seperti alat pencegahan, alat untuk mempertahankan moral orang-orang yang patuh, alat untuk mereformasi pelaku kejahatan.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu mengubah paradigma pemidanaan di Indonesia. Di sisi lain Kepala Lapas Kelas IIA Pancurbatu Haposan Silalahi AmdIP SSos menyampaikan semoga dengan perubahan paradigma pemidanaan ini, over kapasitas WBP dapat berkurang dengan beralihnya fungsi pemidanaan.
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Kapolri: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Utama Penanganan Gempa NTT
Disdik Jabar dan UPI Kolaborasi Atasi Kekurangan Guru melalui Program GEMA JABAR
Omzet Galeri UKM Jateng Tembus Rp439 Juta dalam Enam Bulan, Bakal Direbranding
BRT Mebidang Resmi Beroperasi, Bobby Nasution Dorong Warga Beralih ke Transportasi Umum
5 Bomber Siap Bersaing Rebut Sepatu Emas Premier League 2026/2027
Kemenkes Dirikan Dua RS Lapangan di NTT Pascagempa 7,7 Magnitudo
komentar
beritaTerbaru