Rabu, 10 Juni 2026

Wagub Surya Tegaskan Dukungan Pemerintah pada Petani saat Panen Raya Padi di Karo

Kamis, 22 Januari 2026 09:02 WIB
Wagub Surya Tegaskan Dukungan Pemerintah pada Petani saat Panen Raya Padi di Karo
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya bersama Bupati Karo Antonius Ginting dan jajaran Forkopimda melakukan panen raya padi di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo, Selasa (20/1/2026). (Dok/Diskominfo Sumut)

Karo (buseronline.com) - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan komitmen dan keberpihakan pemerintah kepada petani melalui penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri panen raya padi di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo, Selasa.


Dalam sambutannya, dilansir dari laman Diskominfo Sumut, Wagub Surya menekankan bahwa petani merupakan pilar utama ketahanan pangan daerah yang harus mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah.


“Melalui momentum panen raya ini, saya ingin menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan petani berjalan sendiri. Kita akan terus memperkuat infrastruktur pertanian, terutama irigasi, meningkatkan kualitas jaringan air, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong penerapan teknologi pertanian modern,” ujar Surya.


Ia menyampaikan, Kabupaten Karo memiliki peran strategis dalam peta ketahanan pangan Sumatera Utara. Panen raya padi di Desa Lau Mulgap tidak hanya menjadi simbol keberhasilan produksi, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.


“Desa Lau Mulgap dihuni sekitar 1.200 jiwa, dan padi menjadi motor utama ekonomi desa. Panen ini menciptakan pendapatan bagi puluhan keluarga petani, menggerakkan ekonomi lokal, serta menjaga daya beli masyarakat,” ucapnya.


Meski selama ini dikenal sebagai sentra hortikultura, Surya menegaskan bahwa Kabupaten Karo juga berkontribusi signifikan sebagai daerah penghasil padi. Hal tersebut menunjukkan pembangunan sektor pertanian di Sumut berjalan secara terintegrasi dan saling menguatkan antarwilayah.


Berdasarkan data yang disampaikan, produksi padi di Kabupaten Karo pada Desember 2025 diperkirakan mencapai 1.133 ton gabah kering giling (GKG). Sementara itu, total produksi padi sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 126.864 ton GKG, dengan nilai perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp824 miliar.


Menurut Wagub, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai dukungan yang telah disalurkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada Kabupaten Karo sepanjang 2025. Bantuan tersebut meliputi benih padi seluas 500 hektare, benih jagung 550 hektare, pestisida 750 liter, pupuk NPK 15 ton, benih cabai merah 14 hektare, serta benih bawang merah 5 hektare.


Selain itu, Pemprov Sumut juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian, antara lain 6 unit corn sheller mobile, 5 unit solar dryer dome, 5 unit gudang pascapanen, 4.000 unit perangkap lalat buah, 4 unit handtraktor, dan 9 unit cultivator.


“Mari kita jadikan panen raya ini sebagai penguat optimisme dan semangat bersama. Dengan kebijakan yang tepat, infrastruktur yang kuat, serta keberpihakan yang jelas kepada petani, Sumatera Utara mampu berdiri tegak sebagai provinsi yang tangguh dalam ketahanan pangan,” tegasnya.


Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting menyampaikan bahwa panen raya padi tersebut merupakan wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Karo terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.


“Pangan merupakan urusan strategis yang menyangkut kedaulatan bangsa, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan rakyat. Karena itu, Kabupaten Karo siap menjadi bagian penting dari gerakan besar nasional untuk meningkatkan produksi, memperluas tanam, memperkuat irigasi, mendorong modernisasi pertanian, serta menjaga keberlanjutan produksi pangan,” ujarnya.


Ia menjelaskan, kawasan Paya Lah Lah yang berada di Kecamatan Mardingding dan Lau Baleng merupakan lahan rawa yang telah lama menjadi salah satu sentra pangan strategis di Kabupaten Karo. Luas daerah irigasi rawa Paya Lah Lah tercatat sekitar 3.300 hektare.


Pada tahun 2025, lahan yang difokuskan untuk produksi seluas 1.500 hektare yang mencakup tujuh desa, yakni Batu Rongkam, Buluh Pancur, Rambah Tampu, Lau Solu, Lau Mulgap, Tanjung Pamah, dan Mbal-mbal Petarum. Dengan produktivitas padi sawah sekitar 6,66 ton per hektare, produksi padi di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 43.956 ton dalam dua musim tanam.


“Ketika pemerintah hadir, program pusat dan daerah bersinergi, serta petani bekerja dengan semangat, maka hasilnya adalah panen yang melimpah, kesejahteraan masyarakat, dan ketahanan pangan yang kuat,” pungkas Bupati Antonius. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik 1-0, Gol Ole Romeny Jadi Pembeda
Bunda PAUD Jateng Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak di Era Digital
Pasar Kreatif Bandung 2026 Libatkan 339 UMKM, Perkuat Wisata Belanja dan Ekonomi Kreatif
komentar
beritaTerbaru