Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat gerakan literasi sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat.
Melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Sumut, berbagai langkah dilakukan mulai dari peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan, perluasan akses bahan bacaan, hingga pengembangan layanan digital berbasis teknologi informasi.
Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut, Alpian Hutahuruk, dalam konferensi pers yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No 30 Medan, Rabu.
Alpian menjelaskan, saat ini Disperpusip Sumut memiliki sekitar 200 ribu koleksi buku dengan rata-rata 60 hingga 70 pengunjung per hari, sebagian besar berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Namun, jumlah tersebut masih jauh dari standar ideal.
“Dengan jumlah penduduk Sumut sekitar 15 juta jiwa, menurut standar UNESCO idealnya kita memiliki sekitar 30 juta buku, atau setara dua buku untuk setiap orang setiap tahunnya. Saat ini kami terus menambah koleksi melalui berbagai sumber, termasuk kerja sama dengan pihak swasta melalui program CSR,” jelas Alpian.
Ia menambahkan, rendahnya tingkat literasi masyarakat masih menjadi tantangan nasional. Oleh karena itu, Pemprov Sumut berupaya menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.
Sebagai bagian dari strategi pemerataan akses literasi, Disperpusip Sumut mengoperasikan perpustakaan keliling di wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang. Sepanjang tahun ini, tercatat 3.415 kunjungan telah memanfaatkan layanan tersebut.
Selain layanan buku fisik, Pemprov Sumut juga mengembangkan layanan digital berupa buku elektronik (e-book) yang dapat diakses melalui berbagai titik baca digital di seluruh daerah.
“Saat ini telah tersedia 14 titik baca digital dan 16 pojok baca digital di berbagai daerah di Sumut, dengan total lebih dari 200 judul buku yang dapat diakses masyarakat secara mudah,” kata Alpian.
Menurutnya, pengembangan sistem digital ini tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat modern yang semakin akrab dengan teknologi.
Lebih lanjut, Alpian menegaskan bahwa peningkatan budaya baca merupakan bagian penting dari visi dan misi Gubernur Sumatera Utara dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap budaya baca masyarakat Sumut terus meningkat, sejalan dengan visi dan misi Bapak Gubernur untuk memperkuat kualitas SDM. Kami ingin budaya baca tumbuh dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan, literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan memahami informasi secara mendalam di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Literasi adalah kunci peningkatan kualitas SDM Sumut. Masyarakat yang literat adalah masyarakat yang berdaya, mandiri, dan siap bersaing di era global,” tutup Alpian. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar