Selasa, 07 April 2026

Petani Bakal Manfaatkan Solar Dryer Dome Program Jaskop Bobby Nasution Desember 2025

Kamis, 30 Oktober 2025 11:23 WIB
Petani Bakal Manfaatkan Solar Dryer Dome Program Jaskop Bobby Nasution Desember 2025
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumatera Utara Timur Tumanggor menyampaikan perkembangan program Jaskop Gubernur Sumut Bobby Nasution di Medan, Selasa (28/10/2025). (Dok/Diskominfo Sumut)
Medan (buseronline.com) - Program Jaminan Kestabilan Harga Komoditi Pertanian (Jaskop) yang digagas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution segera memberikan manfaat nyata bagi petani.

Sebanyak 10 unit Solar Dryer Dome (SDD) tengah disiapkan untuk diserahkan kepada kelompok tani penerima manfaat pada Desember 2025.

Program Jaskop merupakan bagian dari inisiatif Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang berfokus pada penguatan rantai nilai pertanian melalui inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan.

Bantuan Solar Dryer Dome (SDD) tersebut akan disalurkan kepada 10 kelompok tani di dua kabupaten, yakni Batubara dan Karo.

Alat pengering berbentuk kubah yang memanfaatkan energi matahari ini akan digunakan untuk mengeringkan komoditas cabai merah, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi utama di Sumut.

“Sekarang sudah masuk tahap pengadaan. Diperkirakan selesai pada awal Desember 2025, dan minggu kedua Desember bantuan SDD sudah bisa diserahkan ke kelompok tani,” ujar Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut, Timur Tumanggor, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa.

Timur menjelaskan, setiap unit SDD berukuran 9 x 30 meter dengan kapasitas pengeringan 2 hingga 2,5 ton per siklus. Proses pengeringan berlangsung selama dua hingga tiga hari, tergantung kondisi cuaca.

Masing-masing unit dilengkapi dengan:

Dua mesin chopper berkapasitas 50 kilogram per jam,

Satu generator set berkekuatan 6.500 watt,

Serta satu unit gudang penyimpanan hasil panen.

Pembangunan gudang saat ini dalam tahap lelang dan ditargetkan rampung pada minggu kedua Desember 2025, sehingga seluruh fasilitas akan diserahkan bersamaan pada minggu ketiga Desember.

Menurut Timur, penerapan teknologi Solar Dryer Dome akan memberikan dampak signifikan bagi petani cabai di Sumatera Utara. Selain membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani, SDD juga memastikan ketersediaan pasokan cabai merah sepanjang tahun, terutama saat musim hujan ketika produksi menurun.

“Selama ini saat panen raya stok cabai melimpah dan harga turun. Dengan SDD, stok berlebih bisa dikeringkan dan disimpan lebih lama, sehingga petani tidak rugi,” jelasnya.

Lebih lanjut, SDD diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dengan mendorong produksi cabai kering dan bubuk cabai, sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat desa.

Program Jaskop menjadi bagian dari strategi Pemprov Sumut untuk membangun ekosistem pertanian modern yang melibatkan koperasi, pemerintah desa, dan mitra usaha.

Melalui pendekatan ini, sektor pertanian diharapkan tidak hanya menjadi tulang punggung pangan daerah, tetapi juga sumber pertumbuhan ekonomi baru di pedesaan.

“Ini juga membuka peluang ekonomi baru di pedesaan,” tutup Timur.

Dengan inovasi seperti Solar Dryer Dome, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat ketahanan pangan, menjaga harga komoditas, dan meningkatkan kesejahteraan petani. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bupati Taput Temui Kepala BBPJN Sumut
Pemko Medan Dorong Budaya Melayu Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku
Pemkab Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan PAUD
Wali Kota Bandung Tekankan Pelestarian Kawasan Bersejarah
Sepolwan Gelar Latkapuan Pendidik untuk Tingkatkan Profesionalisme SDM Polri
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
komentar
beritaTerbaru