Sabtu, 30 Mei 2026

Wali Kota Bandung Tekankan Pelestarian Kawasan Bersejarah

Selasa, 07 April 2026 18:55 WIB
Wali Kota Bandung Tekankan Pelestarian Kawasan Bersejarah
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri kegiatan Meet & Greet Group 1 Bellarine Secondary College, Australia, di Pendopo Kota Bandung, Minggu (5/4/2026). (Dok/Kominfo Bandung)

Bandung (buseronline.com) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya menjaga kawasan bersejarah di Kota Bandung sebagai bagian dari identitas serta saksi perjalanan panjang pendidikan dan perjuangan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri kegiatan Meet & Greet Group 1 Bellarine Secondary College, Australia, di Pendopo Kota Bandung, Minggu.

Dalam kesempatan itu, Farhan mengungkapkan bahwa kawasan yang saat ini menjadi pusat pemerintahan Kota Bandung dulunya merupakan kompleks penting dengan nilai historis tinggi. Bahkan, salah satu bangunan di kawasan tersebut kini difungsikan sebagai kantor Wali Kota.

"Kawasan ini dulunya dikenal sebagai komplek pemerintahan dan sekarang salah satu bangunannya menjadi kantor saya. Dari sini, saya mengawal jalannya pemerintahan Kota Bandung," ujar Farhan.

Ia menjelaskan, bangunan di kawasan tersebut mulai dibangun sejak 1896 dan mengalami pengembangan pada sekitar 1920. Kawasan tersebut menjadi cikal bakal institusi pendidikan tinggi teknik pertama di Indonesia, yakni Technische Hoogeschool, yang kini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selain sebagai pusat pendidikan, kawasan tersebut juga memiliki nilai arsitektur yang kuat. Perpaduan gaya Eropa dan lokal, termasuk elemen arsitektur tradisional seperti joglo, masih terlihat dan menjadi bagian dari identitas Kota Bandung.

Namun, Farhan juga mengingatkan adanya sejarah kelam yang pernah terjadi di kawasan tersebut. Pada 1946, pasca peristiwa Bandung Lautan Api, banyak bangunan di area itu terbakar. Warga saat itu terpaksa meninggalkan kota untuk mencegah Bandung jatuh ke tangan penjajah.

"Peristiwa itu menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan kita dan membentuk identitas Kota Bandung hingga hari ini," katanya.

Farhan menekankan bahwa upaya pelestarian kawasan bersejarah tidak hanya berfokus pada menjaga fisik bangunan, tetapi juga merawat nilai-nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya.

"Menjaga kawasan ini bukan hanya soal merawat bangunan, tetapi juga menjaga sejarah dan semangat perjuangan yang diwariskan kepada kita," pungkasnya. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung
Wakaf Hijau di Bandung Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Jemaah Masjid
UM Bandung Siap Verifikasi Data Anak Tidak Sekolah di Jabar
Drama Kolosal “Peuting Muggaran” Semarakkan Milangkala Tatar Sunda di Gedung Sate
USU Siapkan SDM Masa Depan Bangsa
komentar
beritaTerbaru