Senin, 06 April 2026

Bupati JTP Luncurkan Aplikasi "HUTA SEHAT" untuk Percepat Penurunan Stunting di Taput

EM Bukit MKes - Selasa, 28 Oktober 2025 11:35 WIB
Bupati JTP Luncurkan Aplikasi
Bupati JTP Hutabarat didampingi Ketua TP PKK Neny Angelina bersama pimpinan OPD dan aplikator saat dilauncingnya aplikasi HUTA SEHAT, Selasa (28/10/2025).
Tarutung (buseronline.com) - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat SSi MSi, meluncurkan aplikasi inovatif “HUTA SEHAT” sebagai langkah percepatan penurunan stunting di wilayahnya. Acara peluncuran digelar di Sopo Partungkoan Tarutung, Selasa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara diwakili Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Dicky Eko Pranoto, para pimpinan OPD, Staf Ahli TP PKK Taput Ny Lisa Deni Lumbantoruan, para camat, kepala Puskesmas, pengurus TP PKK Kabupaten, Koordinator Kabupaten Program Keluarga Harapan, PKB/PLKB, kader pembangunan manusia/pendamping profesional, serta operator verifikator dan approver Web Bangda se-Kabupaten Tapanuli Utara. Ketua TP PKK Taput Ny Neni Angelina juga hadir pada kesempatan itu.

Aplikasi HUTA SEHAT, hasil karya empat alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yakni Andrew Ringgas Naoki Hutasoit, ST, Diah Ayu Pratiwi ST, Juan Firdaus ST, dan Salomo Reinhart Gregory Manalu ST, dikembangkan berbasis webgis untuk mempermudah pengumpulan dan analisis data terkait kondisi stunting di seluruh wilayah Taput.

Dalam sambutannya, Bupati JTP menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dihasilkan generasi muda.

“Luar biasa atas sumbangsih para generasi muda yang rela berkontribusi untuk mengembangkan aplikasi ini. Terima kasih kepada empat pemuda pelopor yang telah menghadirkan inovasi luar biasa ini,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, kehadiran aplikasi ini mendukung salah satu komitmen pembangunan daerah, yakni menurunkan angka stunting melalui pendekatan berbasis data agar program intervensi tepat sasaran.

Ketua TP PKK Taput, Ny Neni Angelina JTP Hutabarat, menyambut baik aplikasi tersebut dan menekankan perlunya kolaborasi lintas OPD.

“Saya berharap kita bisa berkolaborasi dengan dinas-dinas lain seperti Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Catatan Sipil. Aplikasi ini sangat baik jika memuat informasi lebih luas tentang Taput agar pengambilan kebijakan lebih riil dan akurat,” kata Neni.

Ia juga menekankan pentingnya literasi digital bagi seluruh jajaran TP PKK hingga tingkat desa. “Kita harus melek digital dan memanfaatkan perkembangan zaman. Saya menantang TP PKK kecamatan dan desa untuk berlomba siapa lebih cepat mengisi data stunting agar intervensi lebih tepat dan terukur,” imbuhnya.

Acara launching diakhiri dengan sosialisasi penggunaan aplikasi oleh para pengembang, penghitungan mundur, pemukulan gong oleh Bupati JTP sebagai simbol resmi peluncuran, serta penyerahan cenderamata kepada para pengembang.

Sesi tanya jawab dan foto bersama seluruh peserta menjadi penutup kegiatan sebagai wujud komitmen bersama menuju Tapanuli Utara Bebas Stunting. (Galung)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
Alumni Pejuang Digital Dilepas Wapres dan Mendikdasmen, Beasiswa Negara Kembali ke Rakyat
Revitalisasi 19 Sekolah di Karangasem Selesai, Kemendikdasmen Tegaskan Keberlanjutan Program
Perkuat Posisi Jateng sebagai Pusat Batik Nasional, Nawal Yasin Ajak Pengrajin Berinovasi
Nawal Yasin Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Tekankan Inovasi UMKM Lokal
Kedatangan KRI Bima Suci di Belawan, Rico Waas Promosikan Potensi Medan ke Dunia
komentar
beritaTerbaru