Selasa, 07 April 2026

Pemprov Sumut Lakukan Intervensi Pasar untuk Kendalikan Harga Cabai dan Beras

Jumat, 24 Oktober 2025 12:23 WIB
Pemprov Sumut Lakukan Intervensi Pasar untuk Kendalikan Harga Cabai dan Beras
Direktur Utama BUMD Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Sumut Swangro Lumbanbatu dan Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Erwin Budiana menjadi narasumber dalam Special Talk Show di Studio Radio Kardopa, Medan, Rabu (22/10/2025). (Dok/Diskominfo Sumut)
Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus melakukan berbagai langkah intervensi pasar untuk menekan laju inflasi, terutama pada komoditas pangan utama seperti cabai merah dan beras.

Upaya tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Special Talk Show yang digelar Radio Kardopa bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut di Studio Kardopa, Jalan Iskandar Muda Medan, Rabu.

Hadir sebagai narasumber, Direktur Utama BUMD Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Sumut Swangro Lumbanbatu dan Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Sumut Erwin Budiana.

Keduanya memaparkan strategi intervensi terhadap komoditas pangan, khususnya cabai dan beras, yang selama ini menjadi penyumbang inflasi tertinggi di daerah tersebut.

Swangro Lumbanbatu mengungkapkan, penyumbang inflasi terbesar saat ini berasal dari kenaikan harga cabai merah yang telah menembus Rp90.000 per kilogram akibat berkurangnya pasokan di pasaran. Untuk menekan harga, pihaknya telah mendatangkan cabai dari luar daerah sebanyak 50 ton sebagai langkah intervensi cepat.

“Ini bukan berarti membatasi petani lokal, tetapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi dan menjaga stabilitas harga di pasaran,” jelas Swangro.

Cabai intervensi tersebut akan dijual dengan harga Rp55.000 per kilogram, di bawah harga pasar saat ini. Dalam pendistribusiannya, BUMD berkoordinasi dengan Perum Bulog, PD Pasar, dan sejumlah pihak terkait guna memastikan harga tetap terkendali di tingkat konsumen.

“Kami akan melibatkan pedagang dalam distribusi kepada masyarakat, dan bersama-sama melakukan pengawasan agar harga tidak kembali melonjak,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Erwin Budiana menegaskan bahwa stok beras di Sumut masih dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2025. Meski harga beras di pasar masih relatif tinggi, Bulog terus melakukan intervensi dengan menyalurkan Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp11.000 per kilogram.

“Intervensi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, terutama menjelang akhir tahun saat permintaan masyarakat biasanya meningkat,” ujar Erwin.

Erwin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Bulog, Pemda, dan BUMD dalam pengendalian inflasi. Salah satunya melalui pelaksanaan pasar murah berkala yang menjual bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan cabai.

“Kenaikan harga cabai memang berpengaruh besar terhadap inflasi. Bulog siap mendukung distribusi cabai hasil kolaborasi dengan BUMD agar harga tetap terjaga,” tambahnya.

Sepanjang tahun ini, Bulog telah menyerap 36 ribu ton gabah petani lokal sebagai bentuk dukungan terhadap stabilitas harga di tingkat petani. Penyerapan tersebut juga memastikan ketersediaan beras tetap aman selama masa panen berlangsung.

Selain itu, Erwin mengajak pelaku UMKM dan koperasi untuk ikut serta dalam pendistribusian beras serta Minyakita, sehingga produk kebutuhan pokok dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Sumatera Utara.

“Keterlibatan UMKM dan koperasi sangat penting agar rantai distribusi lebih luas dan harga di masyarakat tetap terkendali,” pungkasnya.

Dengan intervensi pasar yang dilakukan bersama lintas lembaga ini, Pemprov Sumut optimistis inflasi daerah dapat terus ditekan, sementara daya beli masyarakat tetap terjaga. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pemko Medan Dorong Budaya Melayu Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku
Pemkab Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan PAUD
Wali Kota Bandung Tekankan Pelestarian Kawasan Bersejarah
Sepolwan Gelar Latkapuan Pendidik untuk Tingkatkan Profesionalisme SDM Polri
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
komentar
beritaTerbaru