Rabu, 15 April 2026

Angin Segar bagi Warga Sumut, Bobby Nasution Perjuangkan Tambahan Kuota 5.000 Program Tiga Juta Rumah

Sabtu, 11 Oktober 2025 12:09 WIB
Angin Segar bagi Warga Sumut, Bobby Nasution Perjuangkan Tambahan Kuota 5.000 Program Tiga Juta Rumah
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Menteri PKP Maruarar Sirait menyerahkan simbolis kunci rumah kepada penerima manfaat pada acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Regale International Convention Centre, Medan, Kamis (9/10/2025). (
Medan (buseronline.com) - Kabar gembira bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Kuota Program Tiga Juta Rumah untuk provinsi ini mendapat tambahan 5.000 unit dari pemerintah pusat tahun ini, sehingga total kuota meningkat dari 15.000 menjadi 20.000 unit.

Penambahan kuota tersebut disetujui langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, setelah Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengusulkan peningkatan kuota. Keputusan ini diumumkan pada Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Regale International Convention Centre, Jalan Adam Malik, Medan, Kamis.

“Kita sangat berterima kasih kepada Pak Menteri yang langsung menambah kuota 5.000 unit tahun ini. Developer, kontraktor, hingga pemasok bahan bangunan semua menyatakan siap, jadi kita harus optimistis target ini bisa tercapai,” ujar Bobby Nasution usai acara.

Bobby menjelaskan, backlog rumah di Sumut masih cukup tinggi, mencapai sekitar 938.217 rumah tangga. Menurutnya, tambahan kuota ini menjadi langkah penting untuk mempercepat pemenuhan hunian layak bagi masyarakat.

“Masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah, belum lagi yang belum layak huni. Jadi kita harus kejar agar masyarakat kita bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak,” katanya.

Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak agar target pembangunan dapat tercapai dalam waktu singkat.

“Tidak ada yang bisa bekerja sendiri. Ini tinggal tiga bulan lagi, jadi harus kompak. Nanti Pak Gubernur bantu soal perizinan, bank bantu soal pendanaan, dan lainnya,” ujar Maruarar.

Ia menambahkan, Program Tiga Juta Rumah tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui terbentuknya ekosistem pembangunan perumahan yang kuat, mulai dari penjual material, kontraktor, developer, hingga perbankan.

“Program ini menciptakan ekosistem ekonomi yang luas. Seperti saat ini, Bank BRI mempermudah UMKM bidang konstruksi mengakses pendanaan,” tambah Maruarar.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang hadir dalam acara menekankan efek ganda sektor perumahan terhadap perekonomian nasional.

“Program Tiga Juta Rumah diperkirakan berkontribusi sekitar 2% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, program ini melibatkan pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat,” ungkap Tito.

Acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Musa Rajekshah, CEO BRI Group Hery Gunadi, unsur Forkopimda Sumut, pimpinan OPD Pemprov Sumut, pengembang perumahan, kontraktor, pemasok bahan bangunan, dan pelaku UMKM sektor konstruksi.

Dengan tambahan kuota 5.000 unit ini, masyarakat Sumut diharapkan dapat lebih cepat memiliki rumah layak, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor konstruksi dan perumahan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pemko Bandung Tegas, Tak Ada Toleransi Kelalaian di Fasilitas Kesehatan
KPK Tetapkan Ajudan Gubernur Riau sebagai Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Pemprov Riau 2025
Coaching Clinic Indonesia-Prancis Resmi Digelar, Dorong Sepak Bola Putri ke Level Global
Kemenkes RI Gandeng IUHW Jepang, Perkuat Pendidikan Dokter Spesialis
Pemko Medan Komitmen Berantas Narkoba, Judi, dan Kejahatan Jalanan
Agresivitas Garuda Muda Dipuji, John Herdman Beri Pesan ke Kurniawan Dwi Yulianto Jelang Piala AFF U-17 2026
komentar
beritaTerbaru