Selasa, 07 April 2026

Polri Gaungkan Kampanye ‘Rise and Speak’ di USU: Dorong Perlindungan Perempuan, Anak, dan Pekerja Migran

Sabtu, 21 Juni 2025 02:15 WIB
Polri Gaungkan Kampanye ‘Rise and Speak’ di USU: Dorong Perlindungan Perempuan, Anak, dan Pekerja Migran
Direktorat Tindak PPA dan PPO Bareskrim Polri menggelar kampanye nasional bertajuk “Rise and Speak” di USU, Rabu (18/6/2025).
Medan (buseronline.com) - Direktorat Tindak Pidana Perempuan, Anak, dan Pengawasan Pekerja Orang (PPA dan PPO) Bareskrim Polri menggelar kampanye nasional bertajuk “Rise and Speak” di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menangani kekerasan terhadap perempuan, anak, serta kelompok rentan di lingkungan pendidikan dan ruang digital.

Acara dipimpin Direktur PPA dan PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol Dr Nurul Azizah dan dihadiri perwakilan kementerian/lembaga terkait, unsur Polri, serta Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Sumut.

Dalam sambutannya, Brigjen Nurul Azizah menegaskan pentingnya kolaborasi antara penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan ruang aman bagi semua.

“Hari ini, saya berdiri bukan hanya sebagai perwakilan Polri, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang prihatin, namun tetap optimis akan masa depan Sumut yang bebas dari kekerasan dan eksploitasi,” ujarnya.

Brigjen Nurul menjelaskan bahwa kampanye Rise and Speak bertujuan membangkitkan kesadaran, keberanian, dan solidaritas dalam menghadapi kekerasan seksual, eksploitasi anak, serta perdagangan orang.

Ia menekankan bahwa Polri siap menjadi mitra strategis dalam memperkuat sistem perlindungan korban berbasis data, empati, dan keberlanjutan.

“Kekerasan seksual kini terjadi di berbagai tempat kampus, rumah ibadah, hingga ruang privat. Bahkan banyak pelajar dan mahasiswa yang terjerat eksploitasi seksual digital tanpa mereka sadari. Maka, pendekatan kita harus kolektif dan berpihak pada korban,” jelasnya.

Selain kampanye, kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan Deklarasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi, serta diskusi panel bersama sejumlah narasumber dari lintas sektor.

Beberapa di antaranya adalah Satgas PPKS USU, yang memaparkan peran dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan responsif.

Kepala BP3MI Sumatera Utara, yang menyoroti pentingnya perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia.

Kepala UPTD PPMI Kota Medan, yang menjelaskan upaya pemerintah daerah dalam mendampingi pekerja migran.

Kasubdit I dan Kasubnit Unit 2 Subdit 3 PPA PPO Bareskrim Polri, yang menjelaskan strategi Polri dalam mencegah kekerasan berbasis gender dan menangani Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Asisten Deputi 5/II Pasosaf Kemenko Polhukam, yang menegaskan perlunya keterlibatan publik dalam mendukung sistem perlindungan pekerja migran.

“Sebagus apapun sistem yang kami bangun, tanpa kepercayaan dan partisipasi masyarakat, semuanya tidak akan optimal,” tegas perwakilan Kemenko Polhukam.

Melalui kampanye ini, Polri berharap tumbuh kesadaran kolektif dan terbentuk kolaborasi konkret antara institusi pendidikan, aparat penegak hukum, serta elemen masyarakat dalam menciptakan ruang yang bebas dari kekerasan, aman, dan inklusif. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Manajemen Mudik Lebaran 2026 Tuai Apresiasi
Presiden Prabowo Buka Istana untuk Anak-anak Sekolah
Bupati Taput Temui Kepala BBPJN Sumut
Pemko Medan Dorong Budaya Melayu Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku
Pemkab Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan PAUD
Wali Kota Bandung Tekankan Pelestarian Kawasan Bersejarah
komentar
beritaTerbaru