Senin, 04 Mei 2026

Kasus Tuberkulosis di Sumut Capai 18.411, Medan Jadi Daerah dengan Penularan Tertinggi

Senin, 19 Mei 2025 07:20 WIB
Kasus Tuberkulosis di Sumut Capai 18.411, Medan Jadi Daerah dengan Penularan Tertinggi
Ilustrasi TBC.
Medan (buseronline.com) - Penyebaran penyakit Tuberkulosis (TB) di Provinsi Sumatera Utara terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mencatat, sejak Januari hingga pertengahan Mei 2025, sebanyak 18.411 kasus TB telah ditemukan di wilayah tersebut.

“Hingga 16 Mei 2025 saja, jumlah kasus Tuberkulosis di Sumut mencapai 18.411 kasus,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Novita Saragih, saat ditemui di Medan, Sabtu (17/5/2025).

Novita menjelaskan, angka tersebut mencakup sekitar 25 persen dari total estimasi kasus yang ditargetkan untuk ditemukan sepanjang tahun ini, yakni sebanyak 74.297 kasus sesuai estimasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes).

“Jadi sekitar 25 persen kasus Tuberkulosis yang sudah ditemukan di Sumut dari estimasi total kasus yang sudah ditentukan Kemenkes,” jelasnya.

Menurut Novita, penemuan kasus dilakukan melalui berbagai upaya seperti penyuluhan dan skrining aktif di lingkungan sekolah, pesantren, lembaga pemasyarakatan (lapas/rutan), serta penguatan jejaring layanan kesehatan baik di internal maupun eksternal fasilitas kesehatan (faskes).

“Kelompok usia produktif menjadi kelompok paling terdampak, terutama di Kota Medan, yang mencatat angka penularan cukup tinggi,” kata Novita.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa faktor utama penyebaran TB adalah adanya kontak erat dengan pasien yang telah terinfeksi, terutama dalam lingkungan rumah tangga. Hal ini diperparah oleh rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini.

“Individu yang tinggal serumah dengan pasien TB memiliki risiko tinggi tertular penyakit ini. Namun, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri masih tergolong rendah, sehingga banyak kasus yang terlambat didiagnosis dan diobati,” bebernya.

Sebagai upaya pencegahan, Dinas Kesehatan Sumatera Utara terus mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk penggunaan masker untuk meminimalisasi risiko penularan.

“Dengan menerapkan PHBS maka penularan Tuberkulosis bisa dicegah,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kabar mengenai uji coba vaksin TBC hasil pengembangan Yayasan Bill & Melinda Gates di Indonesia, Novita menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima arahan atau informasi resmi dari Kementerian Kesehatan.

“Terkait uji coba vaksin TBC Bill Gates itu belum ada informasi dari Kementerian Kesehatan,” tandasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Kemenkes dan UNICEF Teken ProDoc 2026-2030 untuk Perkuat Sistem Kesehatan Nasional
PWI Sumut Ajak Mitra dan Pengurus Tingkatkan Partisipasi Kurban 2026
Pemerintah Dorong Kemandirian Farmasi, MPI Bangun Fasilitas Produksi Rp404 Miliar di Cakung
Pemkab Tapanuli Utara Peringati Hardiknas 2026, 44 Siswa Berprestasi Terima Reward
Prabowo Bahas Pengawasan Transaksi Keuangan Bersama PPATK di Hambalang
PWI Bona Pasogit Gelar Diklat AI dan Eksplorasi Wisata Sibandang
komentar
beritaTerbaru