Kamis, 09 April 2026

PLN Sumut Perkuat Listrik di Desa Nelayan Sebrang Belawan

Minggu, 02 Maret 2025 02:06 WIB
PLN Sumut Perkuat Listrik di Desa Nelayan Sebrang Belawan
Tim gabungan PLN ULP Belawan dan ULP Stabat foto bersama pada pelaksanaan peningkatan keandalan. (Dok/PLN)
Medan (buseronline.com) - Menyambut lonjakan kebutuhan listrik selama Ramadan dan Idul Fitri 1446 H, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara memperkuat jaringan listrik di Desa Nelayan Sebrang, Belawan.

Pemeliharaan mencakup perbaikan jaringan, pemangkasan pohon pengganggu, dan penggantian komponen kritis untuk menjamin keandalan pasokan di wilayah pesisir yang menjadi sentra ekonomi nelayan ini.

General Manager PLN UID Sumut, Agus Kuswardoyo, menegaskan pemeliharaan ini krusial bagi masyarakat yang mengandalkan listrik untuk ibadah dan usaha.

“Listrik stabil vital bagi cold storage ikan, penerangan dermaga, dan aktivitas rumah tangga. Ini bukan hanya urusan teknis, tapi juga komitmen kami mendukung kesejahteraan,” ujarnya.

Di bulan Ramadan, kebutuhan listrik di Desa Nelayan Sebrang diproyeksikan naik 20%, terutama untuk penerangan malam hari dan pengolahan hasil laut. Nelayan setempat, Ahmad Fauzi, mengapresiasi langkah PLN: “Kalau listrik padam, ikan di cold storage cepat rusak. Kami berharap pemeliharaan ini bisa mengurangi risiko itu.” katanya Kamis (27/2/2025).

Pelaksanaan pemeliharaan dihadapkan pada sejumlah kendala, seperti medan berlumpur yang menyulitkan akses tim, vegetasi mangrove yang memerlukan penanganan hati-hati untuk menjaga ekosistem, serta perlunya edukasi warga tentang bahaya menanam tanaman di bawah jaringan listrik.

Edy Saputra, Manager PLN UP3 Medan Utara, menjelaskan solusi yang diambil: “Kami libatkan tokoh masyarakat untuk sosialisasi dan gunakan peralatan portabel di lokasi sulit. Tim juga berkoordinasi dengan dinas lingkungan agar pemangkasan pohon tidak merusak alam.”

Sebanyak 35 personel dari ULP Belawan dan ULP Stabat dikerahkan untuk memperbaiki 2 km jaringan tegangan menengah, memangkas 45 pohon berisiko, dan mengganti 12 isolator rusak. “Kami siagakan tim respons cepat 24 jam selama Ramadan. Target kami, gangguan listrik turun 30%,” tambah Edy.

Agus Kuswardoyo menekankan, langkah ini bagian dari program prioritas PLN UID Sumut untuk daerah rawan gangguan. “Tahun ini, kami fokus pada titik-titik rawan gangguan di Sumatera Utara, termasuk wilayah terpencil. Listrik andal adalah hak masyarakat utamanya di masa Ramadan ini,” tegasnya. (P2)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
Disdik Kota Bandung Intensifkan Sosialisasi SPMB 2026
Pemkab Batang Luncurkan Gerakan “Sak Minggu Sak Buku” untuk Tingkatkan Literasi Anak
Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Evaluasi Total IUP di Kawasan Hutan
Medan Masih Rawan, Evakuasi Longsor di Desa Sembahe Tetap Berjalan
Kemendikdasmen Dorong Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi
komentar
beritaTerbaru