Senin, 13 Juli 2026

Lapas Pancurbatu Bagikan Peralatan Mandi dan Cangkir untuk WBP

Minggu, 01 September 2024 12:07 WIB
Lapas Pancurbatu Bagikan Peralatan Mandi dan Cangkir untuk WBP
Lapas Kelas IIA Pancurbatu melaksanakan pembagian perlengkapan mandi dan cangkir untuk WBP, Sabtu (31/8/2024). (Dok/Lapas Pancurbatu)
Pancurbatu (buseronline.com) - Lapas Kelas IIA Pancurbatu, di bawah Kanwil Kemenkumham Sumut, melaksanakan pembagian perlengkapan mandi dan cangkir untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP), Sabtu.

Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar para WBP dan mendukung mereka dalam menjaga kebersihan serta kesehatan selama menjalani hukuman. Peralatan yang dibagikan meliputi sabun mandi, odol, sampo, dan cangkir minum.

Pembagian dilakukan Kepala Pengamanan Lapas Pancurbatu Andarias Ginting, bersama dengan Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Theo Pangabean serta Kasubsi Registrasi, Sehat Sembiring, dan staf terkait.

Perwakilan dari WBP menerima peralatan ini melalui salah satu Kepala Kamar WBP.

Kepala Lapas Kelas IIA Pancurbatu Nimrot Sihotang menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar sebagai langkah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan para WBP.

Pembagian peralatan mandi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para WBP mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang dilaksanakan setiap bulan, dengan harapan para WBP dapat menghindari berbagai penyakit dan menerapkan pola hidup sehat selama masa hukuman mereka. (P3)
Editor
: Dirgahayu Ginting
Tags
WBP
beritaTerkait
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol, Inggris Tantang Argentina
John Herdman Sebut Vietnam Favorit Juara Piala AFF 2026, Indonesia Tetap Bidik Gelar
KPK Tahan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab dalam Kasus Dugaan Pemerasan
Argentina Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 Usai Tumbangkan Swiss 3-1
Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026, Bellingham Jadi Pahlawan Kemenangan atas Norwegia
Prabowo: Indonesia Tak Akan Makmur Jika Korupsi Masih Merajalela
komentar
beritaTerbaru