Selasa, 22 September 2026

Permudah Pahami Kondisi Bayi dan Ibu Hamil, Bupati Sergai Minta Kader Posyandu Rapikan Data

Jumat, 13 Oktober 2023 05:35 WIB
Permudah Pahami Kondisi Bayi dan Ibu Hamil, Bupati Sergai Minta Kader Posyandu Rapikan Data
Bupati Sergai H Darma Wijaya didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sergai dr Yonly Boelian Dachban menyempatkan berbincang-bincang dengan kader Posyandu peserta workshop, Kamis (12/10/2023). (Dok/Kominfo Sergai)
Sergai (buseronline.com) - Bupati Sergai H Darma Wijaya membuka Workshop Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang digelar di Objek Wisata Theme Park, Kecamatan Pantai Cermin.

Darma Wijaya menyampaikan, petugas Posyandu memegang peranan penting dalam tumbuh kembang, dan mengontrol perkembangan anak sejak bayi. Selain itu, petugas Posyandu juga berperan dalam menurunkan angka stunting melalui pemberian makanan bergizi bagi balita.

“Terima kasih kepada para kader yang terus berupaya melayani masyarakat serta memberikan asupan gizi kepada balita," ungkapnya.

Darma Wijaya juga meminta para kader Posyandu untuk merapikan data, sehingga lebih memahami kondisi dan jumlah bayi, serta ibu hamil di desa masing-masing.

Ia berharap kepada para kader agar memberikan sosialisasi dan data terhadap ibu hamil dan bayi sehingga dapat mengontrol kesehatan, dan terhindar dari stunting.

“Dengan kemauan dan tekad yang kuat, kita pasti dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik dan maksimal untuk mewujudkan Kabupaten Sergai yang Maju Terus," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan dr Yohnly Boelian Dachban melaporkan, kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari mulai 12 hingga 14 Oktober 2023, dan diikuti sebanyak 176 orang petugas Posyandu. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Manchester United Selamat dari Kekalahan, Imbang 1-1 Lawan Fulham
Atletico Madrid Menang 2-1 atas Real Madrid di Derby Madrid
APBN hingga Agustus 2026 Tetap Kuat, Defisit Rp240,1 Triliun
KPK Ajak Generasi Muda Jadikan Integritas sebagai Kebiasaan
Airin Rico Waas Resmikan Gallery Torose, Dorong Uis Karo Go International
KPK Petakan 12 Risiko Korupsi di Perguruan Tinggi
komentar
beritaTerbaru