Minggu, 04 Oktober 2026

Diskusi Publik dengan Forwakes, Dinkes Sumut Sosialisasi Penggunaan Aplikasi E-PPGBM ke Kabupaten/Kota

Rabu, 30 November 2022 04:43 WIB
Diskusi Publik dengan Forwakes, Dinkes Sumut Sosialisasi Penggunaan Aplikasi E-PPGBM ke Kabupaten/Kota
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumut Hery Valona Ambarita saat Diskusi Publik dengan Forwakes Sumut, di Swiss Bell Internasional Hotel Medan, Selasa (29/11/2022). (Dok/buseronline.com)
Medan (buseronline.com) - Dinkes Sumut terus melakukan sosialisasi kepada seluruh kabupaten/kota terkait penggunaan aplikasi E-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) dari Kementerian Kesehatan.

Melalui aplikasi ini, Dinkes Sumut hingga November 2022 telah melakukan pemeriksaan kesehatan kepada 899.866 balita atau 69 persen dari proyeksi 1.346.655 balita dan data riil dari Kabupaten/Kota 1.118.529 balita. Dari jumlah tersebut, didapati prevalensi stunting hanya 5,4 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumut Hery Valona Ambarita di Swiss Bell Internasional Hotel Medan, Rabu (30/11/2022), usai Diskusi Publik dengan Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut yang belangsung selama dua hari (29-30 November 2022).

Menurutnya, aplikasi ini E-PPGBM cukup akurat dibandingkan survei. “Aplikasi ini lebih akurat, data yang dikeluarkan sesuai dengan yang sudah dilakukan karena saat balita ditimbang langsung dimasukkan datanya. Sementara itu kabupaten/kota beberapa tidak menerima data hasil survei bahkan mereka melakukan penimbangan ulang dan memang tak sesuai. Jadi apabila saya ditanya apakah benar angka prevalansi stunting Sumut 25,8 persen saya tidak bisa menjawab,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya dengan E-PPGBM kebutuhan intervensi dalam penguatan surveilans gizi melalui kegiatan Pemantauan Status Gizi (PSG) dapat dilakukan by name by address.

“Dengan data ini pemerintah dapat lebih mudah mengamati permasalahan gizi di daerahnya untuk selanjutnya merumuskan langkah ataupun intervensi apa yang akan diambil,” katanya.

Sementara itu, pihaknya juga terus melakukan upaya percepatan penurunan stunting diantaranya melakukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan, pertemun lintas sektor hingga memberikan biskuit kelor, pemberian makanan tambahan untuk balita stunting, gizi kurang dan ibu hamil kekurangan energi protein.
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Pemkab Taput Salurkan Bantuan Rp267,45 Juta kepada 32 KK Terdampak Bencana
Bupati Taput Buka Tapanuli Highlands Festival 2026, Ikut Renang 1,2 Kilometer di Danau Toba
Pemprov Jateng Percepat Verifikasi 4.230 Gerai Koperasi Merah Putih
Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno: Kami Berikan Pertimbangan kepada Presiden
Dinkes Medan Waspadai Penyebaran Influenza A, 15 Kasus Tercatat hingga September 2026
Polri Lepas 140 Personel FPU 8 MINUSCA untuk Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah
komentar
beritaTerbaru