Senin, 12 Oktober 2026

33 PMI Dideportasi Malaysia ke Bandara Kualanamu, Ini Kasusnya

Minggu, 21 Mei 2023 06:10 WIB
33 PMI Dideportasi Malaysia ke Bandara Kualanamu, Ini Kasusnya
Petugas BP2MI Bandara Kualanamu menyambut dan mendata 33 PMI bermasalah yang dideportasi, di Bandara Kualanamu, Sabtu (20/5/2023). (Dok/BP2MI)
Kualanamu (buseronline.com) - Sebanyak 33 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah dari berbagai daerah provinsi, dideportasi (dipulangkan) Depot Imigresen Juru (kantor Imigrasi) Malaysia melalui Bandara Internasional Kualanamu, Sabtu (20/5/2023).

Diantara 33 orang, 18 orang adalah pria dan 15 orang lagi adalah perempuan, berasal dari Provinsi Sumut empat orang, Aceh tujuh orang, Jateng enam orang, NTB empat orang, Jatim tiga orang, Sulteng dua orang, Sumsel dua orang. Selanjutnya berasal dari, Kalbar, Kepri, Lampung dan Kalimantan Utara.

Informasi diperoleh, 33 Pekerja Migran Indonesia itu sebelumnya masuk ke Malaysia dengan cara illegal (non prosedural). Setelah tertangkap, mereka menjalani tahanan badan dan tahanan Imigresen dengan cara kerja ladang.

Setelah menjalani penahanan yang bervariasi antara 2 bulan hingga 10 bulan, pihak Imigresen selanjutnya mengembalikan 33 PMI dengan menggunakan pesawat Lion Air JT-133 dari Penang-Malaysia.

Petugas BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Bandara Kualanamu Fauzi Ridwan Lubis ketika dikonfirmasi membenarkan adanya 33 PMI yang dipulangkan dari Malaysia.

“Setelah di data, 33 orang PMI difasilitasi untuk pulang ke daerah asal masing-masing,” jelasnya.
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
KPK Bekali 110 Calon Pemimpin Nasional dengan Pendidikan Antikorupsi
Pemanfaatan Papan Interaktif Digital Bikin Pembelajaran di SMPN 9 Metro Lebih Menarik
Banjir Kembali Terjang Padang, 120 Rumah Terendam, 238 Warga Dievakuasi
Trio Alan Dhany Sitepu dan Ourel Sinuhaji Meriahkan HUT ke 31 Mamre GBKP Setia Budi
Menkes Budi Sadikin: Sektor Kesehatan Berpotensi Tumbuh di Atas 8 Persen
Kemendikdasmen Perkuat Digitalisasi PAUD untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Anak Usia Dini
komentar
beritaTerbaru