Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota Medan terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi pasien penyakit ginjal, melalui pembenahan fasilitas dan pelayanan di RSUD Dr Pirngadi Medan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, saat menghadiri Peringatan Hari Ginjal Sedunia yang digelar di Instalasi Hemodialisa RSUD Dr Pirngadi Medan, Sabtu.
Dalam sambutannya, dilansir dari laman Portal Medan, Zakiyuddin mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan layanan cuci darah. Ia mengenang almarhum ibundanya yang pernah menjalani perawatan serupa di masa ketika jaminan kesehatan belum tersedia secara luas.
"Kalau melihat ruang cuci darah ini, saya teringat almarhum ibu saya. Waktu itu belum ada BPJS, biayanya sangat besar. Sekarang kita bersyukur pemerintah hadir melalui BPJS sehingga masyarakat sangat terbantu," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini Instalasi Hemodialisa RSUD Dr Pirngadi telah dilengkapi sekitar 40 mesin yang mampu melayani hingga 80 pasien per hari. Kapasitas tersebut dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.
Meski demikian, Zakiyuddin menilai fasilitas yang ada masih perlu terus ditingkatkan. Pemerintah Kota Medan, lanjutnya, telah menyiapkan rencana pengembangan rumah sakit secara menyeluruh, termasuk pembangunan gedung baru.
"Insyaallah dalam dua tahun ini Rumah Sakit Pirngadi akan dibangun dan akan berbeda. Akan ada gedung tujuh lantai dengan fasilitas parkir dua lantai. Kita ingin rumah sakit ini benar-benar bangkit," katanya.
Selain pembangunan fisik, peningkatan kualitas pelayanan juga menjadi prioritas utama. Zakiyuddin menekankan pentingnya pelayanan yang humanis dalam mendukung proses penyembuhan pasien.
"Anggap pasien itu keluarga kita sendiri. Kalau kita sambut dengan baik, itu sudah separuh dari kesembuhan. Tapi kalau datang sudah disambut dengan wajah masam, itu justru menambah sakit," tegasnya.
Ia juga menyoroti tingginya kebutuhan layanan kesehatan di Kota Medan, khususnya terkait ketersediaan kamar rawat inap. Bahkan, menurutnya, permintaan bantuan untuk mendapatkan kamar masih kerap diterima secara langsung.
Untuk itu, Pemko Medan berencana menambah kapasitas tempat tidur, termasuk bagi pasien peserta BPJS. Saat ini, RSUD Dr Pirngadi baru memiliki sekitar 130 tempat tidur yang dialokasikan untuk pasien BPJS.
Di sisi lain, Pemko Medan juga terus meningkatkan fasilitas penunjang medis, seperti pengadaan alat CT Scan serta penguatan layanan laboratorium guna menunjang diagnosis dan penanganan pasien.
Zakiyuddin turut mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat.
"Bangunan boleh bagus, alat boleh canggih, tapi kalau pelayanan tidak baik, itu tidak ada artinya. Jadi kita benahi dulu pelayanannya," ujarnya di hadapan Plt Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan, Mardohar Tambunan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini serta memanfaatkan program Universal Health Coverage (UHC) yang memberikan kemudahan akses layanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP.
"Sekarang dengan KTP saja masyarakat sudah bisa berobat. Ini harus kita syukuri. Harapan kita ke depan, layanan kesehatan bisa semakin baik dan menjangkau seluruh masyarakat," pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar