Jawa Barat (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar lima rapat terpisah dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu.
Sekretaris Kabinet RI, Teddy Indra Wijaya, menyatakan bahwa rapat tersebut membahas berbagai isu strategis pemerintah, mulai dari pendidikan, geopolitik, hingga kesiapan mudik Lebaran.
“Presiden Prabowo Subianto menggelar lima rapat berbeda dengan memanggil beberapa menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang,” ujar Teddy dalam keterangan persnya.
Rapat pertama membahas perkembangan pembangunan sepuluh kampus baru yang fokus pada bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) serta pendidikan kedokteran. Presiden Prabowo juga meminta laporan terkait peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri agar dapat bersaing secara global dan memperluas kerja sama dengan universitas internasional.
“Perkembangan pembangunan 10 kampus baru terkait di bidang STEM serta pendidikan kedokteran terus kami pantau,” ungkap Teddy.
Selain itu, Presiden menyoroti program pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina yang menempuh studi di Universitas Pertahanan. Sejak 2022, program ini telah berkembang dari 20–40 mahasiswa menjadi hampir 200 mahasiswa-mahasiswi saat ini.
Dalam rapat lainnya, Presiden Prabowo membahas dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dinilai memiliki implikasi terhadap kondisi global dan regional, termasuk pengaruhnya terhadap Indonesia.
“Perkembangan situasi di Timur Tengah dihubungkan dengan eskalasi geopolitik di Indonesia,” kata Teddy.
Selain isu pendidikan dan geopolitik, Presiden juga menekankan pentingnya kesiapan pemerintah menghadapi arus mudik Lebaran, yang diprediksi akan meningkat dalam waktu dekat.
“Kesiapan keamanan dan kelancaran mudik menjelang 10 hari menuju Hari Raya Idulfitri menjadi perhatian utama Presiden,” jelas Teddy.
Rangkaian rapat di Hambalang dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis, antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho, serta Direktur Utama PT Pindad, Sigit Santosa.
Melalui rapat ini, Presiden Prabowo menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian agar agenda prioritas nasional dapat berjalan optimal, mulai dari penguatan pendidikan dan penguasaan teknologi, respons terhadap dinamika geopolitik global, hingga kesiapan menyambut Hari Raya Idulfitri.
“Koordinasi lintas kementerian menjadi kunci agar seluruh program prioritas pemerintah terlaksana secara optimal,” pungkas Teddy. (DKI1)
beritaTerkait
komentar