Jakarta (buseronline.com) - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menyerukan penguatan persatuan dan ikhtiar spiritual seluruh elemen bangsa di tengah gejolak geopolitik dan geoekonomi global yang terus berkembang.
Pesan tersebut disampaikan KH Anwar seusai menghadiri pidato Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan Silaturahmi Presiden RI dengan Para Kiai dan Tokoh Organisasi Kemasyarakatan Islam, yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.
“Oleh karena itu, saya kira kita memahami apa yang dilakukan oleh Presiden kita dalam melaksanakan politik bebas dan aktif. Artinya tidak akan membuat musuh dengan negara mana pun dan siapa pun, tapi memperbanyak kawan dan teman di seluruh dunia ini,” ujar KH Anwar.
Ketua MUI menyoroti kondisi internasional yang menunjukkan adanya konflik dan ketegangan di berbagai kawasan, yang berpotensi berdampak luas bagi keamanan dan stabilitas Indonesia.
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan sekaligus menjaga keselamatan bangsa, negara, dan rakyat.
“Yang paling penting buat kita adalah bagaimana menyelamatkan negara kita, bangsa kita, rakyat kita, serta umat kita. Itu yang paling pokok,” jelas KH Anwar.
KH Anwar juga menekankan perlunya memperkuat kebersamaan nasional antara ulama, pemerintah, dan aparat pertahanan serta keamanan. Menurutnya, sinergi antara para pemimpin agama dan negara merupakan kunci menjaga stabilitas dan keselamatan bangsa.
“Nah, hari ini saya kira momentum terbaik bagi kita untuk merajut kebersamaan antara ulama dengan umara yang dipimpin oleh Presiden Prabowo. Antara kita dengan TNI yang dibimbing oleh Panglima TNI Jenderal Agus, dan antara kita dengan Polri yang dibimbing oleh Listyo Sigit,” ucap KH Anwar.
Selain aspek kebangsaan, KH Anwar mengingatkan pentingnya ikhtiar spiritual, terutama di bulan suci Ramadan.
Menurutnya, doa dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi upaya penting untuk memohon keselamatan bagi bangsa, pemimpin, dan seluruh rakyat Indonesia dari berbagai musibah global.
“Lebih-lebih pada bulan Ramadan, jangan sampai musibah yang terjadi di mana-mana berimbas pada kita. Sangat penting kita mendekatkan diri kepada Allah, memohon keselamatan bagi kita semua, pemimpin kita, rakyat kita, dan negara kita,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, KH Anwar menegaskan bahwa menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, bangsa Indonesia hanya bisa bertahan dengan bersatu. Kebersamaan dan doa menjadi fondasi utama agar negara terus mendapat pertolongan dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. (DKI1)
beritaTerkait
komentar