Jumat, 23 Oktober 2026

Menkes RI Angkat Bicara Disebut Antek Asing

Selasa, 18 April 2023 16:53 WIB
Menkes RI Angkat Bicara Disebut  Antek Asing
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Ir Budi Gunadi Sadikin angkat bicara perihal disebut antek asing gegara mempermudah praktik dokter Warga Negara Asing (WNA) lewat RUU Kesehatan.

Menkes Budi menekankan kebutuhan tenaga dokter asing dikhususkan bagi kebutuhan di wilayah terpencil.

Menkes Budi mengaku sejauh ini banyak nakes asing yang bersedia membantu praktik di wilayah seperti Papua. Hal tersebut sekaligus menjadi momen berbagi pengetahuan dengan dokter di tanah air.

"Dokter asing, kita minta masuk ke daerah terpencil. Banyak yang mau ke kedalaman Papua. Dan kalau dia mau meningkatkan ilmu orang kita. Dan kalau dia dibutuhkan, agar jangan sampai orang kita ke luar negeri. Jaga kualitas," ujar Menkes Budi dalam diskusi di Kemenkes RI, Jakarta.

Menkes Budi mengaku heran niat baiknya untuk menyelamatkan nyawa pasien yang tidak tertolong akibat minimnya tenaga dokter, berujung hujatan hingga somasi.

"Yuk duduk bareng, lakukan hal yang lebih manfaat buat masyarakat. Daripada debat-debat, somasi," ujar Menkes Budi.

Seperti diketahui, Menkes Budi disomasi imbas menyebut persoalan biaya STR dan SIP berkisar Rp6 juta, yang kemudian berdampak pada jumlah produksi SDM karena terkendala biaya.

"Yang sibuk somasi, aku tuh punya opsi tiga. Diemin saja, percepat spesialis pediatri, atau saya datangin dokter spesialis dari luar negeri yang bisa selamatkan 6 ribu bayi” jelasnya.

Menkes Budi menyebut ada 6 ribu bayi setiap tahun tidak bisa menjalani prosedur operasi untuk penyakit jantung bawaan dikarenakan minimnya dokter spesialis.

"Kalau pilih opsi ketiga pasti aku dibully, nggak nasionalis, antek asing. Tapi aku akan pilih nomor tiga. Karena aku dipilih Presiden Jokowi, yang dipilih ratusan juta rakyat. Tolong jangan halangi aku mencegah 6 ribu bayi mati," tuturnya.
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Pemkab Toba Tingkatkan Kualitas Data Daerah melalui Portal Satu Data
Pemkab Toba Gelar Gerakan Pangan Murah di Silaen, Bantu Masyarakat Dapatkan Sembako Terjangkau
RS Adam Malik Hadirkan Teknologi Urodinamik untuk Deteksi Gangguan Saluran Kemih
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Swasembada Pangan Dipercepat dan Produksi Pertanian Meningkat
Pemkab Demak Gencarkan Bulan Imunisasi Kejar, 5.444 Anak Berisiko Zero Dose
Inspektorat Medan Optimalkan E-Audit untuk Cegah Kecurangan Pengadaan Barang dan Jasa
komentar
beritaTerbaru