Sydney (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Sydney, Australia, pada Selasa malam, dalam rangka kunjungan kenegaraan yang bertujuan memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Australia.
Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden Prabowo beserta rombongan mendarat di Bandar Udara Sydney Kingsford Smith waktu setempat.
Setibanya di bandara, Presiden Prabowo disambut secara resmi oleh sejumlah pejabat tinggi Australia, antara lain Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, Honourary Aide-de-Camp Brigadier Phil Bridie, Official Secretary to the Governor of New South Wales Colonel Michael Miller LVO RFD, Deputy Secretary International and Security Kendra Morony, Duta Besar Australia untuk Republik Indonesia Rod Brazier, serta Deputi Kepala Protokol Premier’s Department Karina Cameron.
Sementara dari pihak Indonesia, turut menyambut kehadiran Kepala Negara, Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia Siswo Pramono dan Atase Pertahanan RI Laksamana Pertama Yusliandi Ginting.
Dari bandara, Presiden Prabowo langsung menuju hotel tempatnya bermalam selama kunjungan kenegaraan di Sydney.
Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Australia ini menjadi momentum penting dalam memperkokoh kemitraan strategis Indonesia dan Australia, serta mempertegas komitmen kedua negara untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.
Australia dan Indonesia dikenal memiliki sejarah panjang kerja sama bilateral yang terjalin erat di berbagai bidang, termasuk ekonomi, pertahanan, pendidikan, serta penanganan perubahan iklim.
Tahun lalu, kedua negara juga memperingati 75 tahun hubungan diplomatik, yang menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama di masa depan.
Kedekatan geografis dan posisi strategis kedua negara sebagai mitra utama di kawasan Indo-Pasifik menjadikan kolaborasi di bidang ekonomi, politik, keamanan, dan hubungan antar masyarakat sebagai fondasi penting dalam menjaga hubungan bilateral yang saling menguntungkan.
Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Australia kali ini juga diharapkan membuka babak baru dalam peningkatan kerja sama kawasan, termasuk memperluas kemitraan ekonomi dan investasi di sektor-sektor prioritas kedua negara. (P3)
beritaTerkait
komentar