Senin, 06 April 2026

Batik Merupakan Bagian Kehidupan Masyarakat dan Diplomasi Budaya Indonesia

Dirgahayu Ginting - Senin, 02 Oktober 2023 09:29 WIB
Batik Merupakan Bagian Kehidupan Masyarakat dan Diplomasi Budaya Indonesia
Wamenparekraf RI Angela Tanoesoedibjo saat menyampaikan laporannya di acara "Istana Berbatik" di depan Istana Merdeka Jakarta, Minggu (1/10/2023). (Dok/Kemenparekraf/Baparekraf RI)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan batik sebagai warisan kekayaan budaya bangsa telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan dari masyarakat yang kuat dan juga identitas bangsa.

Wamenparekraf Angela dalam laporannya di acara "Istana Berbatik" yang berlangsung di depan Istana Merdeka Jakarta, mengatakan hal tersebut menjadi dasar dalam penyelenggaraan Istana Berbatik” dalam rangka menyemarakkan Hari Batik Nasional yang diperingati tiap tanggal 2 Oktober.

"Istana Berbatik" merupakan sebuah pagelaran busana yang menampilkan ragam batik nusantara yang sarat akan makna filosofis dan keindahannya tak lekang oleh waktu.

Turut hadir dalam acara tersebut Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana, serta Wakil Presiden Ma ruf Amin dan Ibu Wury Estu Handayani.

“Pada pagelaran ini kita akan menyaksikan bagaimana batik telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia dari masa ke masa, dari generasi ke generasi, dan telah menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia,” katanya.

"Istana Berbatik" menampilkan ragam koleksi batik terbaik dari berbagai wilayah tanah air. Mulai dari koleksi batik kerajaan-kerajaan tanah air, batik kreasi pengrajin UMKM binaan Bank Indonesia BRI, serta batik karya perancang busana Indonesia.

Koleksi-koleksi itu dipamerkan melalui peragaan busana di atas panggung peragaan (catwalk) sepanjang 150 meter dengan latar belakang Istana Merdeka yang megah dan historis.

Wamenparekraf Angela selaku Ketua Pelaksana Istana Berbatik, menjelaskan pagelaran busana melibatkan 503 orang peraga termasuk para perwakilan kerajaan, pimpinan lembaga negara, duta besar, para menteri dan wakil menteri kabinet Indonesia Maju, anggota OASE (Organisasi Aksi Solidaritas Kabinet Kerja), gubernur, para pejabat kementerian/ lembaga dan pemerintah daerah serta BUMN, public figure, atlet serta model.

Istana Berbatik juga mempersembahkan seni tari, musik dan pameran UMKM batik sebagai wujud dukungan bagi karya anak-anak bangsa yang dihadiri sebanyak 4.380 undangan. Serta disiarkan secara nasional oleh media televisi dan online serta melalui videotron dan LED di area sekitar Istana Merdeka.

“Kami berharap, melalui acara ini batik sebagai warisan budaya Indonesia semakin digemari, semakin dikreasikan, semakin sering dikenakan, sehingga semakin lestari dan menyejahterakan,” ujar Wamenparekraf Angela.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenparekraf tampak anggun mengenakan kain batik dari Jawa Timur yang dibeli di pengrajin Sidoarjo, Jawa Timur. Untuk motifnya adalah Anggrek Gringsing yang menggambarkan kecantikan flora di Indonesia.

Jawa Timur sendiri punya banyak motif batik. Diantaranya ada motif Lokcan dari Tuban, Gajah Oling dari Banyuwangi, Pring Sedapur dari Magetan, Reog Ponorogo, sampai motif Merak dari Sidoarjo. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
Alumni Pejuang Digital Dilepas Wapres dan Mendikdasmen, Beasiswa Negara Kembali ke Rakyat
Revitalisasi 19 Sekolah di Karangasem Selesai, Kemendikdasmen Tegaskan Keberlanjutan Program
Perkuat Posisi Jateng sebagai Pusat Batik Nasional, Nawal Yasin Ajak Pengrajin Berinovasi
Nawal Yasin Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Tekankan Inovasi UMKM Lokal
Kedatangan KRI Bima Suci di Belawan, Rico Waas Promosikan Potensi Medan ke Dunia
komentar
beritaTerbaru