Senin, 29 Juni 2026

Pakar Khawatirkan Covid-19 Varian Pirola, Bisa Secepat Ini Menularnya

Minggu, 03 September 2023 12:21 WIB
Pakar Khawatirkan Covid-19 Varian Pirola, Bisa Secepat Ini Menularnya
Ilustrasi Corona.
Jakarta (buseronline.com) - Dunia kembali digegerkan dengan munculnya varian baru Covid-19 bernama Pirola atau BA.2.86.

Pasalnya, varian ini memiliki jumlah mutasi paling banyak dibandingkan varian-varian corona lainnya, yakni sebanyak 35 mutasi.

Di samping tingkat penularannya, sejumlah ahli juga menyoroti risiko varian corona baru ini memiliki kemampuan yang besar untuk kabur dari perlindungan vaksin Covid-19 maupun infeksi virus corona secara alamiah.

Juga disebut sebagai BA.2.86, Pirola adalah varian virus corona jenis Omicron yang sangat bermutasi, yang muncul pada tahun 2021 dan menyebabkan lonjakan kasus dan kematian akibat Covid-19.

Hal ini juga berkaitan dengan risiko terjadinya lagi gelombang Covid-19, akibat varian Pirola.

"Ketika Omicron menyerang pada musim dingin tahun 2021, terjadi peningkatan besar dalam kasus Covid-19 karena sangat berbeda dari varian Delta, dan ia menghindari kekebalan baik dari infeksi alami maupun vaksinasi," dikutip dari berita kesehatan Kemenkes RI.

"Jumlah mutasi yang begitu tinggi sungguh luar biasa. Saat XBB.1.5 beralih ke EG.5, mungkin ada satu atau dua mutasi. Namun pergeseran besar-besaran ini, yang juga kita lihat dari Delta ke Omicron, sangat mengkhawatirkan," ujar dokter ahli penyakit dalam Scott Roberts.

Sembari ia menambahkan, sampai saat ini belum ada informasi pasti perihal dampak dari varian Pirola. Namun, penelitian tengah berlangsung.

Diambil dari sumber majalah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), varian Pirola awalnya terdeteksi di Israel dan kemudian diidentifikasi di Kanada, Denmark, Inggris, Afrika Selatan, Swedia, Norwegia, Swiss, dan Thailand.

Namun, CDC belum membeberkan tingkat keparahan gejala yang muncul pada pasien Covid-19 dengan infeksi varian Pirola.

"Masih terlalu dini untuk mengetahui apakah varian ini dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan varian sebelumnya," ungkap CDC.

CDC memantau dengan cermat tingkat rawat inap untuk mengidentifikasi potensi sinyal awal bahwa varian BA.2.86 menyebabkan penyakit yang lebih parah. (R3)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
BKPDM Perbarui Capaian Pembelajaran Agama dan Budi Pekerti
Pemkab Taput Kukuhkan Kampung Siaga Bencana Saoloan di Adian Koting
Prabowo: Kampus Harus Jadi Pusat Inovasi dan Solusi bagi Kemajuan Bangsa
Prabowo: Teknologi Harus Jadi Solusi Percepat Penyelesaian Masalah Bangsa
Nawal Arafah Yasin Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga Lewat Edukasi Kesehatan Reproduksi
KPK Perkuat Kampanye Antikorupsi Lewat Storytelling dan Desain Visual
komentar
beritaTerbaru