Rabu, 27 Mei 2026

RI Masuk Masa Endemi Covid-19, Ini Saran IDI soal Vaksin Berbayar

Jumat, 23 Juni 2023 08:07 WIB
RI Masuk Masa  Endemi  Covid-19, Ini Saran IDI soal Vaksin Berbayar
Dr dr Erlina Burhan MSc SpP (K).
Jakarta (buseronline.com) - Presiden RI Ir H Joko Widodo telah mencabut status pandemi Covid-19 di Indonesia, sehingga kini fase telah memasuki endemi.

Sempat beredar informasi, vaksin Covid-19 untuk masyarakat akan menjadi berbayar ketika Indonesia sudah memasuki endemi. Benarkah demikian.

Di lain sisi, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merekomendasikan pemerintah agar tetap memberikan vaksin Covid-19 secara gratis kepada masyarakat meski situasi virus corona di Indonesia sudah terkendali.

Pasalnya meski kini situasi telah membaik, ancaman Covid-19 tetap ada di masyarakat dan tetap berpotensi menular.

Orang-orang dengan risiko tinggi seperti lansia dan pengidap komorbid pun tetap diimbau untuk mengenakan masker ketika beraktivitas di tempat ramai.

"Kami dari IDI tetap mengimbau pemerintah atau merekomendasikan kepada pemerintah walaupun situasinya endemis tetap akses penyediaan vaksinnya diberikan gratis kepada kelompok risiko tinggi yang tidak mampu membeli," kata Ketua Satgas Covid-19 IDI sekaligus spesialis paru RS Persahabatan Dr dr Erlina Burhan MSc SpP (K), di Jakarta.

"Kita contohkan misalnya kepada pasien-pasien BPJS terutama yang dibantu iurannya, itu kan artinya mereka tidak mampu membayar. Jadi kalau bisa vaksin ini masuk ke skema BPJS untuk orang-orang kelompok PIB itu akan bagus sekali. Jadi kita tetap memberikan perlindungan kepada orang," jelas dr Erlina.
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru