Bandung (buseronline.com) - Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menyatakan kesiapan membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memverifikasi data anak tidak sekolah (ATS) melalui keterlibatan mahasiswa pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Komitmen tersebut mengemuka saat jajaran UM
Bandung bertemu Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto di Kantor Disdik
Jabar, Kota
Bandung, Selasa.
Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto mengatakan, mahasiswa akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi data ATS yang telah dimiliki pemerintah daerah.
"Mahasiswa dapat melakukan verifikasi karena data nama dan alamatnya sudah ada. Jika memang benar adanya, mereka bisa diajak, didorong, dan dimotivasi untuk melanjutkan pendidikan," ujar Herry dilansir dari laman
Jabarprov.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dalam pendataan ATS merupakan bentuk kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat.
Selain membantu verifikasi data ATS, mahasiswa UM
Bandung juga diharapkan dapat terlibat dalam berbagai program pendidikan lainnya melalui koordinasi bersama Disdik
Jabar.
Kadisdik Jabar Purwanto menyambut baik dukungan tersebut. Ia menilai keterlibatan kalangan akademisi sangat dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan di daerah.
"Saya berharap UM
Bandung bisa membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menggiring anak-anak yang tidak sekolah agar bisa kembali ke sekolah atau mengikuti program kesetaraan. Datanya sebenarnya sudah ada, tinggal diverifikasi di lapangan," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas sejumlah peluang kerja sama lain, termasuk penerapan konsep kampus hijau dan sekolah hijau yang dinilai sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Hari ini saya berbahagia karena UM
Bandung memiliki semangat yang sama dengan kami, terutama dalam penerapan pembangunan berkelanjutan di lembaga pendidikan," ujar Purwanto.
Pada kesempatan yang sama, Herry turut menyampaikan perkembangan program beasiswa ISPA bagi 40 mahasiswa UM
Bandung yang sebelumnya disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada forum Milad Muhammadiyah Nasional tahun lalu.
Ia menyebut proses seleksi penerima beasiswa telah dilakukan dan diharapkan segera mendapat tindak lanjut dari Pemprov Jabar.
UM
Bandung juga menawarkan pengembangan sistem informasi berbasis balanced scorecard yang selama ini diterapkan di kampus untuk membantu pemantauan kinerja sekolah-sekolah di Jawa Barat.
Selain itu, kolaborasi dalam penanganan sampah, penerapan kampus hijau, serta penguatan prinsip sekolah hijau turut menjadi bagian pembahasan kedua pihak. (R)
beritaTerkait
komentar