"Masih banyak siswa miskin yang membutuhkan biaya pendidikan. Dengan adanya program Sekolah Kemitraan ini sangat membantu anak-anak," ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan pendidikan siswa penerima manfaat ditanggung sekolah melalui program kemitraan tersebut, mulai dari daftar ulang, seragam, SPP, hingga biaya PKL dan kunjungan industri.
Saat ini, kuota penerima manfaat di sekolahnya mencapai 36 siswa. Siti berharap program tersebut terus berlanjut dan kuotanya ditambah agar semakin banyak siswa kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah bekerja sama dengan 139 sekolah swasta tingkat SMA dan SMK melalui Program Sekolah Kemitraan Gratis.
Program itu diperuntukkan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1 hingga Desil 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan total daya tampung mencapai 5.004 kursi. (R)
beritaTerkait
komentar