Brebes (buseronline.com) - Program Sekolah Kemitraan yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan harapan baru bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan.
Dilansir dari laman Jatengprov, sejumlah siswa di Kabupaten Brebes mengaku terbantu karena dapat bersekolah gratis melalui program tersebut.
Salah satunya Valentina, siswi asal Desa Grinting, Brebes, yang kini bersekolah di SMK Mitra Karya Mandiri. Anak seorang petani itu mengaku sempat berpikir tidak dapat melanjutkan sekolah setelah lulus SMP akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Namun, harapan itu kembali muncul setelah dirinya diterima dalam Program Sekolah Kemitraan yang digagas Gubernur
Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
"Perasaan saya senang banget karena bisa lanjut sekolah lagi. Dulu saya kirain nggak bakal bisa sekolah, karena ekonomi keluarga kurang mampu," kata Valentina, Rabu.
Siswi kelas 10 jurusan Analis Kesehatan itu mengatakan, seluruh kebutuhan sekolahnya ditanggung melalui program tersebut, mulai dari SPP, seragam, sepatu, perlengkapan sekolah, hingga biaya praktik kerja lapangan dan kunjungan industri. "Semuanya gratis dan kami tidak dibedakan sama siswa lain," ujarnya.
Hal serupa dirasakan Bunga Mawar, siswi jurusan Asisten Keperawatan. Anak petani itu mengaku sempat ingin berhenti sekolah karena tidak ingin membebani orang tua. "Saya sempat bilang ke orang tua mau berhenti sekolah aja, karena keadaan ekonomi tidak memungkinkan," katanya.
Bunga bahkan sudah berencana bekerja bersama kakaknya sebelum akhirnya diterima dalam program sekolah gratis tersebut. "Saya senang banget waktu ditelepon dapat sekolah gratis. Kalau tidak ada program ini, mungkin saya tidak lanjut sekolah," ujarnya.
Sementara itu, siswa penerima manfaat lainnya, Diah Alifah Setia, juga mengaku bersyukur dapat melanjutkan pendidikan berkat program tersebut. "Kalau tidak ada bantuan ini, mungkin saya tidak bisa lanjut sekolah," kata siswi kelas 10 jurusan Asisten Keperawatan itu.
Menurut Diah, bantuan pendidikan gratis tersebut sangat membantu kondisi ekonomi keluarganya. Selain bebas biaya sekolah, ia juga mendapatkan seragam, sepatu, dan LKS tanpa pungutan biaya.
Kepala SMK Mitra Karya Mandiri, Siti Lestari, mengatakan Program Sekolah Kemitraan sangat membantu masyarakat di wilayah pinggiran yang mayoritas berasal dari keluarga menengah ke bawah.
"Masih banyak siswa miskin yang membutuhkan biaya pendidikan. Dengan adanya program Sekolah Kemitraan ini sangat membantu anak-anak," ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan pendidikan siswa penerima manfaat ditanggung sekolah melalui program kemitraan tersebut, mulai dari daftar ulang, seragam, SPP, hingga biaya PKL dan kunjungan industri.
Saat ini, kuota penerima manfaat di sekolahnya mencapai 36 siswa. Siti berharap program tersebut terus berlanjut dan kuotanya ditambah agar semakin banyak siswa kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah bekerja sama dengan 139 sekolah swasta tingkat SMA dan SMK melalui Program Sekolah Kemitraan Gratis.
Program itu diperuntukkan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1 hingga Desil 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan total daya tampung mencapai 5.004 kursi. (R)
beritaTerkait
komentar