Kamis, 07 Mei 2026

Gotong Royong Kunci Percepatan Transformasi Pendidikan Nasional

Kamis, 07 Mei 2026 09:35 WIB
Gotong Royong Kunci Percepatan Transformasi Pendidikan Nasional
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam kegiatan BelajaRaya pada sesi Ngobrol Publik bertajuk “Gotong Royong untuk Sekolah dan Madrasah: Kebijakan dan Aspirasi Komunitas” yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Sabtu (2/5/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi faktor utama dalam mempercepat transformasi pendidikan nasional, khususnya melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan BelajaRaya pada sesi Ngobrol Publik bertajuk "Gotong Royong untuk Sekolah dan Madrasah: Kebijakan dan Aspirasi Komunitas" yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Sabtu.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Abdul Mu'ti menekankan bahwa kompleksitas tantangan pendidikan saat ini tidak dapat diatasi oleh pemerintah semata.

Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan.

"Gotong royong adalah kekuatan utama bangsa Indonesia. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk melengkapi keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa program revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman guna mendukung proses pembelajaran yang efektif dan bermakna.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong percepatan digitalisasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi seperti Interactive Flat Panel (IFP), yang dinilai mampu menghadirkan pembelajaran lebih interaktif dan mudah dipahami oleh peserta didik.

"Pembelajaran berbasis teknologi akan membuat proses belajar lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman," tambahnya.

Abdul Mu'ti juga menyoroti pentingnya pengelolaan partisipasi publik di era keterbukaan informasi. Ia menegaskan perlunya kemampuan dalam memilah aspirasi yang konstruktif dan informasi yang tidak relevan. "Kita harus mampu membedakan antara voice dan noise," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat menjadi bentuk nyata gotong royong lintas sektor dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. "Intervensi tidak hanya pada anak, tetapi juga keluarganya agar dapat keluar dari siklus kemiskinan," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa nilai gotong royong telah lama menjadi bagian dari praktik pendidikan di madrasah dan pesantren.

"Madrasah dan pesantren merupakan contoh nyata pendidikan berbasis kebersamaan yang tetap mampu melahirkan generasi berkualitas meski dengan keterbatasan," ungkapnya.

Ketiga menteri sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan nasional yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh anak Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Luncurkan Buku Saku 7 KAIH dan Album Lagu Kicau
Hardiknas 2026 Jadi Momentum Cetak Generasi Berkarakter dan Mandiri
Mendikdasmen Resmikan 34 Sekolah Hasil Revitalisasi di Banyumas dan Cilacap
Mendikdasmen Resmikan 106 Sekolah di Minahasa
Wamendikdasmen: Penguatan Pembelajaran Kunci Transformasi Pendidikan Nasional
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif Lewat Pelatihan Guru, Dorong Kolaborasi Nasional
komentar
beritaTerbaru