Bandung (buseronline.com) - Sejumlah kepala SMA di Jawa Barat menyatakan dukungan terhadap program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dilansir dari laman
Jabarprov, program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi peserta didik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Kepala SMAN 1 Bekasi Mukaromah mengatakan kehadiran Sekolah Maung menjadi jawaban atas kerinduan akan sekolah unggulan seperti pada masa sebelumnya.
Menurutnya, konsep tersebut mengingatkan pada program sekolah unggulan yang pernah berjalan dan diminati masyarakat.
"Dulu kita mengenal sekolah unggulan seperti RSBI dengan berbagai programnya. Sekarang, ini seperti mimpi yang menjadi nyata. Setiap kota akan memiliki sekolah unggulan yang sangat dinantikan, terutama oleh siswa dan alumni yang ingin sekolahnya kembali seperti dulu," ujarnya usai mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Sekolah Maung di Aula Dewi Sartika, Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Selasa.
Ia berharap program tersebut dapat mendorong Jawa Barat menjadi daerah terdepan dalam kualitas pendidikan serta berkontribusi pada terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.
Senada dengan itu, Kepala SMAN 2 Cibinong, Elis Nurhayati, menilai Sekolah Maung membuka peluang lebih luas bagi siswa berprestasi untuk mengakses pendidikan yang sesuai dengan potensi mereka.
"Sekolah Maung diharapkan menjadi ruang bagi lahirnya sumber daya manusia unggul, baik dari sisi guru, murid, maupun dukungan orang tua. Ini juga menjadi peluang bagi siswa SMP dan MTs untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan prestasi yang dimiliki," katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tasikmalaya, Yonandi, menegaskan bahwa Sekolah Maung bukan bentuk diskriminasi, melainkan upaya optimalisasi potensi siswa. Menurutnya, masih banyak potensi peserta didik yang belum terfasilitasi secara maksimal.
"Ini bukan diskriminasi, tetapi optimalisasi. Dengan Sekolah Maung, mereka yang memiliki potensi lebih dapat difasilitasi untuk berkembang secara optimal," ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran sekolah unggulan juga akan mendorong motivasi siswa untuk terus meningkatkan prestasi agar dapat diterima di Sekolah Maung.
"Jangan sampai potensi besar justru tidak berkembang. Sekolah Maung bisa menjadi ruang untuk mendorong siswa menjadi lebih luar biasa dan berani mengejar cita-citanya," pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar