Medan (buseronline.com) - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan peningkatan kinerja di sektor literasi. Berdasarkan data tahun 2025, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sumut menempati peringkat ke-10 secara nasional, sementara Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) berada di posisi ke-9.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip
Sumut, Desni Maharani Saragih, dalam temu pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara di Lobby
Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur
Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis.
"Capaian ini menunjukkan pembangunan literasi masyarakat di Sumut semakin kompetitif dibandingkan provinsi lain," ujar Desni.
Untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan posisi tersebut, Pemerintah Provinsi
Sumut melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip terus menggulirkan berbagai program strategis.
Salah satu fokus utama adalah mendukung Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG), termasuk memperluas akses bahan bacaan digital melalui layanan "Baca Disumut", khususnya di wilayah Kepulauan Nias.
Selain itu, pembinaan perpustakaan di tingkat SMA/SMK juga diperkuat melalui peningkatan kualitas fasilitas dan layanan di sejumlah sekolah, terutama di daerah kepulauan.
Pemprov Sumut juga mengoptimalkan layanan perpustakaan keliling serta layanan terpadu yang menjangkau berbagai jenjang pendidikan, termasuk sekolah di wilayah terpencil. Upaya lain dilakukan melalui pengembangan pojok baca dan penyediaan bahan bacaan digital.
Berbagai program literasi turut digencarkan, seperti kegiatan read aloud untuk anak usia dini, pelatihan storytelling, pelatihan membaca kritis, workshop literasi media, gerakan sepekan satu buku, hingga lomba bertutur.
Menurut Desni, keberhasilan pembangunan literasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
"Pembangunan literasi dan penguatan budaya membaca merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama berperan aktif dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat," pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar