Salah satu siswa, Mutia, mengaku senang bisa kembali belajar di ruang kelas setelah sebelumnya harus belajar di tenda darurat. Hal serupa disampaikan Fahira Romadona Putri yang berterima kasih atas bantuan pemerintah.
Sementara itu, Kepala SDN 5 Batang Anai, Gusniarti, menyebut pembangunan lima RKD di sekolahnya rampung hanya dalam waktu sepuluh hari. Ia mengatakan banjir sebelumnya merusak hampir seluruh bangunan sekolah.
"Kehadiran RKD membuat siswa kami bisa kembali belajar di ruang kelas. Kami berharap fasilitas pendidikan segera pulih sepenuhnya," ujarnya.
Dari total 26 RKD yang dibangun di Sumatra Barat, sebanyak 21 unit berada di Kabupaten Agam dan 5 unit di Kabupaten Padang Pariaman. Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pemulihan pendidikan di daerah terdampak bencana. (R)
beritaTerkait
komentar