Senin, 06 April 2026

Bulan Pemberdayaan Perempuan Dicanangkan Kemendikdasmen Lewat Pendidikan

GY Simanjuntak MSi - Sabtu, 04 April 2026 12:00 WIB
Bulan Pemberdayaan Perempuan Dicanangkan Kemendikdasmen Lewat Pendidikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan sambutan pada pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan di Kantor Badan Bahasa, Jakarta, Rabu (1/4/2026). (Dok/Kemendikdasmen)

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia mencanangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan pada Rabu di Kantor Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta.


Pencanangan ini menjadi respons atas berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan, mulai dari keterbatasan akses pendidikan, belum meratanya dukungan untuk meraih cita-cita, stereotip gender, hingga ancaman kekerasan di ruang fisik maupun digital.


Dalam konteks tersebut, pendidikan dipandang sebagai sarana utama pemberdayaan perempuan melalui penguatan karakter, literasi, serta kesetaraan gender agar perempuan dapat berpartisipasi secara penuh dalam berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, sosial, budaya, dan bahasa.

Baca Juga:

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pendidikan merupakan bagian penting dari visi besar pendidikan nasional.


“Komitmen ini harus sungguh-sungguh menjangkau anak perempuan di desa, di kota, di pesisir, di pegunungan, di wilayah terdepan, serta di keluarga yang menghadapi berbagai keterbatasan. Pendidikan tidak boleh diskriminatif, tidak boleh membatasi cita-cita anak perempuan, dan tidak boleh membiarkan stereotip ataupun rasa takut menghambat potensi mereka,” ujar Abdul Mu’ti.

Baca Juga:

Ia menambahkan, pendidikan yang inklusif diharapkan mampu melahirkan perempuan Indonesia yang cerdas, tangguh, berkarakter, mandiri, serta mampu menjadi penggerak kemajuan bangsa.


“Kita ingin lahir perempuan Indonesia yang cerdas, sehat, tangguh, berkarakter, mandiri, rendah hati, dan mampu menjadi penggerak kemajuan bangsa. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan perlu ditopang oleh literasi yang utuh—baca-tulis, digital, hukum, dan literasi kritis—agar perempuan mampu mengambil keputusan, melindungi diri, dan menentukan arah hidupnya,” lanjutnya.


Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan: Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa tema tersebut dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa pendidikan merupakan jalan utama dalam membuka akses perempuan terhadap pengetahuan, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan keterampilan hidup.


“Melalui pendidikan, kualitas sumber daya manusia diperkuat, partisipasi perempuan dalam pembangunan diperluas, serta keluarga dan masyarakat didorong menjadi lebih berpengetahuan, berdaya, dan berkeadaban,” jelasnya.


Lebih lanjut, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Hafidz menambahkan bahwa bahasa dan sastra memiliki peran strategis sebagai medium pembentuk kesadaran, pengasah daya pikir kritis, serta ruang refleksi atas posisi dan kontribusi perempuan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.


Pencanangan ini juga bertepatan dengan momentum Hari Kartini yang dimaknai sebagai penguatan karakter bangsa melalui gerakan gemar belajar dan peningkatan literasi.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993–1995, Wardiman Djojonegoro, menilai pendidikan merupakan kunci utama pemberdayaan perempuan sebagai subjek pembangunan dan agen perubahan.


Dengan pencanangan ini, Kemendikdasmen berharap pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dapat terus diperkuat secara berkelanjutan guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul, inklusif, dan berdaya saing tinggi. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar