Senin, 06 April 2026

Pascalibur Idulfitri, Kemendikdasmen Dorong Satuan Pendidikan Terapkan Budaya Aman dan Berkarakter

GY Simanjuntak MSi - Rabu, 01 April 2026 10:18 WIB
Pascalibur Idulfitri, Kemendikdasmen Dorong Satuan Pendidikan Terapkan Budaya Aman dan Berkarakter
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti berfoto bersama siswa petugas upacara di SD Kramat Pela 07, Jakarta, Senin (30/3/2026). (Dok/Kemendikdasmen)

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya penguatan karakter serta budaya positif di lingkungan sekolah pada hari pertama masuk sekolah usai libur panjang Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 H/2026.


Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di SD Kramat Pela 07, Jakarta, Senin.


Menurut Suharti, momentum hari pertama masuk sekolah menjadi kesempatan penting untuk kembali membangkitkan semangat peserta didik dalam membudayakan nilai-nilai positif, seperti hidup rukun, menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), serta mengimplementasikan Gerakan Indonesia ASRI dan kebijakan perlindungan anak secara konsisten.

Baca Juga:

Dalam amanatnya, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Suharti mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto. Ia menilai, lingkungan sekolah yang aman dan nyaman merupakan fondasi utama bagi tumbuh kembang peserta didik.


“Budaya sekolah harus dibangun dengan semangat saling menghargai, saling melindungi, dan menjunjung tinggi toleransi. Tidak boleh ada lagi perundungan maupun kekerasan di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Baca Juga:

Selain itu, Suharti juga menekankan pentingnya penerapan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, serta menjaga lingkungan bebas asap rokok. Para siswa juga didorong untuk menjaga kebersihan dengan membuang dan memilah sampah, serta aktif dalam kegiatan piket dan kerja bakti.


Ia menambahkan, lingkungan sekolah yang indah, rapi, dan tertata akan menciptakan suasana belajar yang nyaman. Oleh karena itu, seluruh warga sekolah diharapkan turut menjaga fasilitas sekolah agar tetap asri dan lestari.


Lebih lanjut, Suharti mengingatkan lima sikap utama yang harus dimiliki Pelajar Indonesia, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati orang tua dan guru, giat belajar, rukun dengan teman, serta mencintai tanah air.


“Perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, Suharti juga menyampaikan bahwa pemerintah mulai menerapkan kebijakan pembatasan usia akses platform digital berisiko tinggi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).


Ia mengimbau peserta didik untuk menggunakan gawai secara bijak dengan menerapkan prinsip 3S, yakni membatasi waktu penggunaan (screen time), menggunakan di tempat yang tepat (screen zone), serta memberi jeda istirahat (screen break).


Sementara itu, Rafa Nasution, siswa kelas VI yang bertugas sebagai pemimpin upacara, mengaku senang dapat kembali bersekolah dan bertemu teman-temannya setelah libur panjang.


“Senang dan kangen bisa kembali belajar di sekolah. Ini semester terakhir bagi kami kelas VI, semoga hasil belajar kami memuaskan,” ujarnya.


Sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI, SD Kramat Pela 07 Jakarta juga mengembangkan program pengolahan kompos (composting) sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Salah seorang siswa kelas V, Marvelove, menjelaskan bahwa proses pengolahan kompos dilakukan dalam tiga tahap selama kurang lebih tiga bulan hingga menjadi pupuk alami dari daun-daun yang dikumpulkan di lingkungan sekolah.


Melalui penguatan budaya aman dan berkarakter ini, Kemendikdasmen berharap seluruh satuan pendidikan di Indonesia mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan kondusif, sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter kuat dan berdaya saing. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar