Depok (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu ti, mengawali agenda hari pertama masuk sekolah usai libur Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 H/2026 dengan mengunjungi SMPN 2 Kota Depok dan SDN 8 Depok Baru, Provinsi Jawa Barat, Senin.
Dalam kunjungan tersebut, ia mengajak seluruh ekosistem pendidikan untuk bersama-sama mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Saat menjadi pembina upacara di SMPN 2 Kota Depok, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya peran aktif seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
“Dengan langkah-langkah sederhana, Gerakan Indonesia ASRI dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui nilai Aman, Sehat, Resik, dan Indah, kita ingin menanamkan kebiasaan baik yang akan membentuk karakter generasi masa depan Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengajak para siswa dan guru untuk membangun budaya hidup bersih dan sehat, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga terhadap lingkungan sekitar.
“Kita harus berkomitmen membangun budaya sehat tidak hanya bagi diri kita sendiri namun juga terhadap alam yang harus kita lestarikan melalui budaya ASRI. Bersih hati dan bersih lingkungan, menciptakan kenyamanan secara sosial, intelektual, dan spiritual,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen turut menyerahkan bantuan peralatan kebersihan kepada sejumlah sekolah, di antaranya SMPN 2 Kota Depok, SDN Anyelir 1, SMAN 1 Kota Depok, SDN Depok Jaya 1, dan SDN 8 Depok Baru sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program ASRI di lingkungan pendidikan.
Selain itu, ia juga menyaksikan para siswa mengucapkan Ikrar Pelajar Indonesia sebagai bagian dari pelaksanaan upacara bendera. Kegiatan tersebut mengacu pada Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2026 tentang pelaksanaan upacara bendera di satuan pendidikan formal dan keagamaan.
Ikrar Pelajar Indonesia tersebut berisi komitmen untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati orang tua dan guru, belajar dengan sungguh-sungguh, rukun dengan teman, serta mencintai tanah air Indonesia.
Dalam arahannya, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti berpesan kepada para siswa agar terus bersemangat dalam meraih prestasi dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.
“Kalian harus mencintai tanah air dan meninggikan harkat dan martabat bangsa di berbagai bidang sesuai dengan minat dan bakat. Kalian berpotensi menjadi hebat kalau kalian selalu mengikuti arahan guru dan hormat pada orang tua,” pesannya.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke SDN 8 Depok Baru, di mana Mendikdasmen menyapa guru dan siswa serta meninjau langsung aktivitas pembelajaran di kelas. Ia juga berinteraksi dengan para siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), dan sempat bernyanyi bersama lagu “Rukun Sama Teman” dalam suasana penuh keakraban.
Gerakan Indonesia ASRI sendiri merupakan inisiatif nasional yang diluncurkan oleh Prabowo Subianto, yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa gerakan ini tidak hanya sebatas program, melainkan upaya kolektif dalam membangun budaya positif di lingkungan sekolah.
“Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar program, tetapi merupakan upaya bersama untuk membangun budaya positif di lingkungan sekolah. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Kota Depok, Sumarno, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mendikdasmen yang dinilai mampu memberikan motivasi bagi guru dan siswa.
“Harapan kami dengan kunjungan ini dapat memberikan motivasi bagi kami semua dan anak-anak untuk terus bersemangat dalam berprestasi dan berkarya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan guru Bahasa Inggris, Lulu, yang menilai kehadiran Mendikdasmen menjadi dorongan bagi warga sekolah untuk lebih aktif menerapkan Gerakan Indonesia ASRI, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah pascalibur panjang.
“Setelah libur, pasti lingkungan sekolah kita kotor. Maka sejalan dengan ASRI, anak-anak kami libatkan untuk bergotong royong membersihkan kelas sebagai persiapan kegiatan belajar,” ucapnya.
Antusiasme juga datang dari para siswa, di antaranya Denis dan Fathiyah, yang mengaku program ASRI dan Ikrar Pelajar Indonesia relevan serta mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan ASRI maupun Ikrar Pelajar Indonesia, kita diingatkan kembali untuk mengenal jati diri sebagai anak bangsa yang harus memegang teguh nilai luhur dan norma yang baik,” ujar Fathiyah.
Melalui kunjungan ini, diharapkan Gerakan Indonesia ASRI dapat semakin mengakar di lingkungan sekolah, sekaligus membentuk karakter generasi muda Indonesia yang disiplin, peduli lingkungan, dan berdaya saing. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar