Jakarta (buseronline.com) - Program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026 yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mendapat apresiasi luas dari berbagai pejabat negara.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, program ini dinilai berhasil menghadirkan kegiatan literasi yang bermanfaat di tengah arus mudik Lebaran.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyebut program tersebut sebagai langkah luar biasa dalam menumbuhkan minat baca anak sejak dini saat meninjau Terminal Pulogebang, Senin.
Apresiasi serupa disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago. Ia menilai kehadiran buku bacaan di terminal membantu meningkatkan kenyamanan penumpang, khususnya anak-anak, agar tidak jenuh selama perjalanan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat budaya baca. Menurutnya, kebiasaan membaca harus ditanamkan sejak dini untuk membangun kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menilai kehadiran buku di ruang publik seperti stasiun menjadi sarana edukatif bagi anak-anak selama perjalanan mudik.
Dukungan juga datang dari Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, yang mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program tersebut. Ia menyebut MABB sebagai inovasi sederhana dengan dampak besar dalam meningkatkan akses literasi masyarakat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu ti mengungkapkan bahwa program MABB 2026 berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Tahun ini, sebanyak 24 ribu buku bacaan bermutu didistribusikan kepada pemudik melalui berbagai titik transportasi.
Program MABB melibatkan berbagai mitra, mulai dari Perpustakaan Nasional, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), hingga sejumlah penerbit dan instansi transportasi. Kehadiran program ini diharapkan mampu memperkuat budaya membaca masyarakat, khususnya anak-anak, bahkan di tengah perjalanan mudik. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar