Senin, 06 April 2026

Menteri Agama Tegaskan Teknologi Perlu Berlandaskan Nilai Keagamaan

GY Simanjuntak MSi - Rabu, 25 Maret 2026 09:00 WIB
Menteri Agama Tegaskan Teknologi Perlu Berlandaskan Nilai Keagamaan
Menag memberikan arahan terkait pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan perkembangan sains dan teknologi dalam dunia pendidikan tinggi di Universitas Hindu Negeri UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Senin (23/3/2026). (Dok/Kemenag)

Bangli (buseronline.com) - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya integrasi antara nilai-nilai spiritual dengan perkembangan sains dan teknologi dalam dunia pendidikan tinggi.


Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan pembinaan pegawai sekaligus peresmian Fakultas Sains dan Teknologi di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Senin.


Dalam arahannya, dilansir dari laman Kemenag, Menag mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh berjalan tanpa arah. Menurutnya, penguatan dimensi spiritual harus menjadi fondasi agar perkembangan ilmu pengetahuan tetap memberikan manfaat bagi kemanusiaan.

Baca Juga:

“Jangan sampai kita maju secara teknologi, tetapi kehilangan arah secara spiritual. Teknologi harus dipandu oleh nilai-nilai agama agar tetap memanusiakan manusia,” ujarnya.


Ia menekankan pentingnya penguatan pendidikan berbasis sains dan teknologi yang selaras dengan nilai keagamaan. Perguruan tinggi, kata dia, memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.

Baca Juga:

“Ilmu tanpa agama kehilangan arah, sementara agama tanpa ilmu kehilangan relevansi. Keduanya harus berjalan beriringan,” ungkapnya.


Selain itu, Menag juga menyoroti pentingnya penguatan kerukunan umat beragama yang tidak hanya bersifat seremonial. Ia mendorong agar dialog lintas agama dapat menjadi ruang produktif yang melahirkan pemahaman serta kebijaksanaan.


“Kita harus menghadirkan dialog yang berdampak, bukan sekadar pertemuan formal. Dialog harus melahirkan hikmah yang berakar pada nilai lokal dan berwawasan global,” tegasnya.


Lebih lanjut, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa moderasi beragama menjadi kunci dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman. Ia menjelaskan bahwa moderasi bukan berarti mengurangi ajaran agama, melainkan mengelola cara beragama agar tetap berada di jalan tengah.


“Agama itu sudah sempurna. Yang perlu dimoderasi adalah cara kita beragama. Moderasi adalah upaya menjaga keseimbangan, menghargai perbedaan tanpa memaksakan keseragaman,” jelasnya.


Menag juga mengingatkan pentingnya menghindari dua kutub ekstrem dalam kehidupan beragama. Menurutnya, pemaksaan keseragaman dapat memicu radikalisme, sementara kebebasan tanpa batas berpotensi melahirkan sikap liberal yang berlebihan.


“Indonesia tidak dibangun di atas ekstremitas. Kita menjaga keseimbangan melalui nilai toleransi, komitmen kebangsaan, anti-kekerasan, dan penghormatan terhadap tradisi,” ujarnya.


Peresmian Fakultas Sains dan Teknologi di UHN I Gusti Bagus Sugriwa ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pengguntingan pita oleh Menteri Agama, didampingi pimpinan kampus dan para tokoh yang hadir. Fakultas tersebut diharapkan menjadi pusat pengembangan inovasi yang tetap berakar pada nilai budaya dan spiritualitas.


Menutup arahannya, Menag berpesan kepada mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas diri, berinovasi, serta tetap menjaga integritas dan nilai moral.


“Kalian adalah pemimpin masa depan. Kuasai ilmu pengetahuan, berinovasilah, tetapi tetap pegang teguh nilai-nilai spiritual,” pesannya.


Melalui momentum tersebut, Kementerian Agama berharap terbangun sinergi antara penguatan kerukunan umat beragama dan kemajuan ilmu pengetahuan guna mendorong pembangunan bangsa yang inklusif dan berkelanjutan. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar