Senin, 06 April 2026

Kemendikdasmen Hadirkan Bacaan Bermutu untuk Bangun Generasi Literat dan Minat Menulis

GY Simanjuntak MSi - Sabtu, 21 Maret 2026 18:32 WIB
Kemendikdasmen Hadirkan Bacaan Bermutu untuk Bangun Generasi Literat dan Minat Menulis
Sejumlah anak menunjukkan buku bacaan yang dibagikan dalam kegiatan Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (16/3/2026). (Dok/Kemendikdasmen)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen) terus memperkuat upaya peningkatan literasi generasi muda melalui berbagai program strategis. Salah satunya melalui kegiatan Mudik Asyik Baca Buku (MABB) Tahun 2026 yang dihadirkan sebagai alternatif aktivitas produktif bagi anak-anak selama perjalanan mudik Lebaran.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu ti, menyoroti pentingnya menghadirkan kegiatan yang mampu mengalihkan perhatian anak dari penggunaan gawai berlebihan. Menurutnya, minimnya pilihan aktivitas produktif kerap membuat waktu anak dihabiskan dengan perangkat digital.

“Karena itu, kami mendorong anak-anak tidak hanya sekadar mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS), tetapi juga membaca buku dan menulis resensi singkat. Inilah yang kami sebut literasi sejak dini,” ujar Abdul Mu’ti saat meninjau kegiatan MABB di Stasiun Pasar Senen, Senin.

Ia menegaskan, kemampuan literasi tidak hanya berhenti pada aktivitas membaca, tetapi juga mencakup pemahaman konteks serta kemampuan menuliskan kembali apa yang dibaca. Hal ini dinilai penting untuk membangun pola pikir kritis sejak usia dini.

Sementara itu, Sekretaris Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Ganjar Harimansyah, menyebut bahwa minat baca anak-anak dan remaja di Indonesia sebenarnya cukup tinggi jika didukung lingkungan yang kondusif.

“Secara umum minat baca anak-anak tinggi, asalkan didorong dengan suasana yang mendukung. Mudik Asyik Baca Buku ini menjadi salah satu cara menciptakan ruang tersebut,” ujarnya saat kegiatan di Stasiun Gambir.

Melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen juga terus mengembangkan berbagai program literasi, mulai dari penyediaan bahan bacaan, seleksi naskah buku, hingga kegiatan bedah buku, diskusi literasi, dan lomba membaca serta menulis kreatif.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pihak pengelola transportasi. Supervisor Komersial Stasiun Gambir, Beny Senjaya, mengapresiasi inisiatif literasi di ruang publik, terutama saat arus mudik yang melibatkan banyak keluarga.

“Kehadiran buku di ruang publik seperti stasiun dapat menjadi sarana menumbuhkan minat baca, memperkaya pengetahuan, sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan selama menunggu keberangkatan,” ujarnya.

Pada tahun 2026, dilansir dari laman Kemendikdasmen, program MABB mengalami perluasan jangkauan. Jika sebelumnya dilaksanakan di enam titik, kini kegiatan tersebut hadir di sembilan simpul transportasi dengan jumlah buku yang lebih banyak dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.

Tidak hanya pembagian buku, berbagai aktivitas literasi juga dihadirkan, seperti pojok baca, membaca nyaring, mendongeng, mengulas buku, permainan edukatif, hingga kegiatan mewarnai untuk anak usia dini. Di Stasiun Gambir sendiri, tersedia sekitar 2.700 buku yang dapat dibaca di tempat maupun dibawa pulang secara gratis.

Program ini secara khusus menyasar anak-anak yang melakukan perjalanan mudik bersama keluarga. Dengan penyediaan bacaan yang sesuai usia, waktu tunggu di stasiun diharapkan menjadi lebih bermanfaat sekaligus edukatif.

Sejumlah orang tua mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut. Wina, salah satu pemudik tujuan Cirebon, menyebut kegiatan ini membantu anak-anak tetap aktif dan tidak bosan selama menunggu keberangkatan.

“Anak-anak jadi tidak jenuh, bisa belajar sambil bermain, menambah wawasan, dan keberanian mereka juga meningkat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Yana, orang tua dari siswi sekolah dasar di Depok, yang menilai kegiatan ini turut meningkatkan kesadaran literasi tidak hanya bagi anak, tetapi juga orang tua.

“Program ini sangat bagus karena bukan hanya anak-anak, tetapi juga orang tua diajak memahami pentingnya literasi bagi semua,” katanya.

Melalui program Mudik Asyik Baca Buku 2026, Kemendikdasmen berharap budaya membaca dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadikan momen mudik sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak Indonesia. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar