Senin, 06 April 2026

Usai Kasus Siswa SMAN 5 Meninggal, Pemkot Bandung Perkuat Pengawasan dan Pembinaan Pelajar

GY Simanjuntak MSi - Selasa, 17 Maret 2026 09:18 WIB
Usai Kasus Siswa SMAN 5 Meninggal, Pemkot Bandung Perkuat Pengawasan dan Pembinaan Pelajar
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan keterangan terkait penguatan pembinaan dan pengawasan pelajar di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026). (Dok/Jabarprov)
Bandung (buseronline.com) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa SMA Negeri 5 Bandung yang ditemukan di kawasan Jalan Cihampelas.

Pemerintah Kota Bandung pun langsung memperketat pembinaan serta pengawasan terhadap aktivitas pelajar dengan melibatkan pihak kepolisian.

Farhan meminta aparat berwenang melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut serta mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

“Saya sangat prihatin dan sangat berduka atas wafatnya anak kita ini. Dugaan sementara karena kecelakaan, tetapi tentu harus dipastikan melalui penyelidikan yang tuntas sehingga kita mengetahui penyebab sebenarnya dan siapa yang bertanggung jawab,” ujar Farhan, Sabtu.

Ia juga menyampaikan empati mendalam kepada keluarga korban. Menurutnya, kehilangan anak di usia remaja merupakan duka yang sangat berat bagi orang tua.

“Sebagai seorang ayah, kehilangan putra di usia 16 tahun adalah sesuatu yang sangat menyakitkan. Saya ikut merasakan kehilangan yang luar biasa yang dirasakan orang tua korban,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kota Bandung akan meningkatkan pembinaan terhadap pelajar serta memperkuat pengawasan aktivitas remaja di luar jam sekolah.

Farhan menjelaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Kepolisian Resor Kota Besar Bandung untuk memantau kelompok-kelompok pelajar yang kerap berkumpul di sejumlah titik di sekitar sekolah.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh pemerintah daerah, terdapat beberapa kelompok pelajar yang sering berkumpul di warung-warung sekitar sekolah dan menamakan diri sebagai kelompok tongkrongan tertentu.

“Dari informasi yang kami dapatkan, ada beberapa kelompok anak-anak SMA yang berkumpul di warung-warung dekat sekolah. Ini sedang kami identifikasi dan akan menjadi perhatian untuk dilakukan pembinaan,” jelas Farhan.

Ia menegaskan, upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah dan aparat kepolisian saja. Sekolah juga memiliki peran penting dalam mengawasi serta membimbing siswa.

Karena itu, Pemerintah Kota Bandung mengajak para kepala sekolah untuk memperkuat komunikasi serta berbagi informasi terkait dinamika pergaulan para pelajar.

“Tanpa informasi dari kepala sekolah, pemerintah kota dan kepolisian tidak bisa melakukan pencegahan secara maksimal,” tegasnya.

Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas pelajar juga akan dilakukan melalui patroli bersama aparat keamanan di sejumlah lokasi yang sering menjadi tempat berkumpul remaja.

Farhan mengungkapkan, pada patroli sebelumnya petugas menemukan sejumlah pelajar tingkat SMP dan SMA yang masih berkumpul hingga larut malam. Bahkan, sebagian di antaranya kedapatan mengonsumsi minuman beralkohol dan obat keras.

Dilansir dari laman Jabarprov, Pemerintah Kota Bandung menilai kondisi tersebut perlu mendapatkan penanganan serius agar tidak menimbulkan persoalan sosial di kalangan pelajar.

Melalui langkah pembinaan dan pengawasan yang lebih ketat, pemerintah berharap dapat mencegah pergaulan berisiko serta menjaga lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif bagi para pelajar di Kota Bandung. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar