Senin, 06 April 2026

Dampak Nyata RKD, Semangat Belajar Murid Bireuen Bangkit Pascabencana

GY Simanjuntak MSi - Senin, 16 Maret 2026 09:12 WIB
Dampak Nyata RKD, Semangat Belajar Murid Bireuen Bangkit Pascabencana
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu ti meninjau kegiatan belajar mengajar di Ruang Kelas Darurat (RKD) saat kunjungan ke SMK Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen, Selasa (10/3/2026). (Dok/Kemendikdasmen)

Bireuen (buseronline.com) - Upaya pemulihan layanan pendidikan pascabencana yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia mulai menunjukkan dampak nyata di sejumlah sekolah terdampak banjir di Kabupaten Bireuen.


Salah satunya di SMK Negeri 1 Peusangan, tempat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu ti meresmikan delapan Ruang Kelas Darurat (RKD) untuk mendukung kelangsungan proses belajar mengajar.


Kehadiran delapan RKD tersebut menjadi solusi sementara bagi sekolah yang terdampak banjir pada akhir November 2025 lalu. Dengan adanya fasilitas tersebut, kegiatan pembelajaran di sekolah dapat kembali berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman bagi murid maupun tenaga pendidik.

Baca Juga:

Kepala SMK Negeri 1 Peusangan, Faisal, menyampaikan bahwa sebelum adanya RKD, proses pembelajaran di sekolahnya berjalan dengan berbagai keterbatasan karena sebagian ruang kelas terdampak bencana.


Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses belajar harus menyesuaikan dengan fasilitas yang tersedia sehingga tidak berjalan secara optimal.

Baca Juga:

“Kami sangat bersyukur atas hadirnya delapan RKD yang memungkinkan murid kembali belajar dengan lebih fokus dan tertib. Ruang belajar yang layak menjadi faktor penting agar proses pendidikan dapat berjalan optimal dan membangkitkan semangat belajar murid,” ujar Faisal.


Ia berharap fasilitas RKD tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga sekolah dan menjadi langkah awal bagi pemulihan sarana pendidikan di SMK Negeri 1 Peusangan.


“Semoga delapan RKD membuat kualitas pembelajaran sekolah kami menjadi semakin baik serta membawa semangat baru untuk dapat belajar dengan penuh semangat,” tambahnya.


Respons positif juga datang dari para siswa. Salah satunya disampaikan oleh Farah Salsabila yang mengaku senang dengan hadirnya ruang kelas darurat di sekolahnya.


“Hadirnya RKD ini menjadi semangat baru kami untuk terus belajar. Semoga bukan hanya RKD, tetapi juga fasilitas lain seperti laboratorium, komputer, dan sarana pembelajaran lainnya bisa kembali tersedia,” ujar Farah.


Ungkapan serupa juga disampaikan oleh Mauli Dina. Ia menilai keberadaan RKD memberikan motivasi baru bagi para siswa untuk bangkit dan melanjutkan proses belajar setelah bencana.


“Terima kasih kepada Menteri Mu’ti yang telah hadir langsung melihat kondisi sekolah kami. Semoga RKD ini bermanfaat dan pembangunan revitalisasi sekolah kami dapat berjalan dengan cepat dan lancar,” katanya.


Menanggapi hal tersebut, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan RKD merupakan bagian dari langkah percepatan pemulihan layanan pendidikan yang dilakukan pemerintah di daerah terdampak bencana.


Meskipun bersifat sementara, ruang kelas darurat tersebut diharapkan mampu mendukung kelangsungan proses pembelajaran serta membangkitkan kembali semangat belajar para siswa.


“Semangat belajar harus tetap terjaga dan tertanam kepada para peserta didik. Hadirnya delapan RKD ini menjadi wujud nyata upaya kami untuk mempercepat pemulihan layanan pendidikan dan membangkitkan semangat belajar pascamusibah yang melanda di Kabupaten Bireuen,” ujar Abdul Mu’ti saat berkunjung ke Bireuen, Selasa.


Sebagai informasi, pemerintah telah membangun total 15 Ruang Kelas Darurat yang tersebar di lima sekolah di Kabupaten Bireuen. Selain delapan RKD di SMK Negeri 1 Peusangan, fasilitas serupa juga tersedia di SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng sebanyak dua ruang, SMA Negeri 1 Peusangan sebanyak dua ruang, SMA Negeri 2 Kutablang satu ruang, serta dua ruang di SMAS Terpadu Al-Furqan.


Pembangunan RKD tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi sekolah terdampak bencana sekaligus menjaga keberlangsungan proses pendidikan bagi para siswa di wilayah tersebut. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar