Senin, 06 April 2026

Kepala Dinas Pendidikan Purwanto Tingkatkan Literasi Menulis Tangan di Sekolah Bandung

GY Simanjuntak MSi - Sabtu, 14 Maret 2026 09:12 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Purwanto Tingkatkan Literasi Menulis Tangan di Sekolah Bandung
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas di salah satu sekolah di Kota Bandung, Jawa Barat. (Dok/Jabarprov)

Bandung (buseronline.com) - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Purwanto mendorong penguatan literasi dasar melalui kebiasaan menulis tangan di sekolah.


Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kemampuan berpikir, konsentrasi, dan daya ingat siswa di tengah pesatnya penggunaan perangkat digital dalam proses pembelajaran.


Hal tersebut disampaikan Purwanto di Bandung, Rabu (11/3/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan di Jawa Barat.

Baca Juga:

Menurut Purwanto, dilansir dari laman Jabarprov, pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan memang tidak dapat dihindari.


Namun demikian, keterampilan dasar seperti membaca dan menulis tangan tetap harus diperkuat agar siswa tidak kehilangan kemampuan berpikir secara mendalam.

Baca Juga:

“Transformasi digital dalam pendidikan memang tidak bisa dihindari, namun keterampilan dasar seperti membaca, menulis tangan, dan kemampuan berpikir reflektif tetap harus diperkuat. Menulis tangan memiliki peran penting dalam melatih konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan mengolah gagasan siswa,” ujar Purwanto.


Pandangan tersebut juga sejalan dengan pendapat akademisi Rhenald Kasali yang menilai ketergantungan berlebihan pada perangkat digital berpotensi menurunkan kemampuan dasar siswa, seperti menulis dan mengingat informasi.


Rhenald Kasali menjelaskan bahwa sejumlah negara mulai kembali menekankan kebiasaan menulis tangan dan penggunaan buku cetak dalam proses pembelajaran.


Ia mencontohkan praktik yang diterapkan di sekolah dasar di Inggris, di mana siswa didorong menulis tangan setiap hari sebagai sarana refleksi sekaligus untuk melatih kemampuan berpikir.


“Di Inggris, sekarang anak-anak SD setiap hari diminta menulis tangan untuk menuangkan refleksi dan pandangan mereka. Saya sempat bertanya kepada para neuroscientist di sana mengapa kebiasaan ini kembali ditekankan. Mereka menjelaskan bahwa temuan di bidang neurologi menunjukkan anak yang menulis dengan tangan memiliki perkembangan kognitif yang lebih baik dibandingkan yang sepenuhnya bergantung pada perangkat digital,” tutur Rhenald Kasali.


Ia juga menambahkan bahwa negara-negara Skandinavia mulai kembali menggunakan buku cetak dalam pembelajaran.


Hal tersebut dilakukan karena muncul kekhawatiran bahwa daya ingat generasi muda menurun akibat terlalu cepat beralih ke teknologi digital.


Rhenald Kasali juga membagikan pengalamannya saat mengadakan pelatihan dan meminta peserta mengisi formulir evaluasi secara tertulis. Namun, sebagian besar peserta justru meminta formulir dalam bentuk digital.


“Saya bagikan formulir evaluasi dan meminta mereka menuliskannya. Ternyata sebagian besar meminta versi digital. Ketika saya tanya alasannya, mereka mengatakan sudah tidak terbiasa menulis tangan. Ini menunjukkan kemampuan dasar tersebut mulai tergantikan oleh kebiasaan menggunakan gawai,” ungkapnya.


Menanggapi hal tersebut, Purwanto menegaskan bahwa sekolah perlu tetap menyediakan ruang bagi kegiatan literasi yang melibatkan tulisan tangan, sehingga siswa tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir yang kuat dan terstruktur.


Dengan pendekatan tersebut, diharapkan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi digital dan penguatan literasi dasar dapat terjaga dalam sistem pendidikan. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar