Senin, 06 April 2026

Mendikdasmen Pantau Revitalisasi Sekolah di Pidie Jaya, Anggaran Capai Rp86,7 M

GY Simanjuntak MSi - Jumat, 13 Maret 2026 09:12 WIB
Mendikdasmen Pantau Revitalisasi Sekolah di Pidie Jaya, Anggaran Capai Rp86,7 M
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meninjau langsung lokasi sekolah yang terdampak bencana dalam program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Senin (9/3/2026). (Dok/Kemendikdasmen)

Pidie Jaya (buseronline.com) - Pemerintah terus mempercepat pemulihan sarana pendidikan di wilayah terdampak bencana di Aceh. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meninjau langsung realisasi program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun kembali fasilitas pendidikan yang aman dan layak bagi peserta didik.


“Ini bagian dari upaya kami agar rekonstruksi, khususnya untuk sarana pendidikan di Aceh, dapat terselesaikan dengan lebih cepat lagi,” ujar Abdul Mu’ti saat melakukan peninjauan di Aceh, Senin.


Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memprioritaskan program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tiga kategori utama, yakni sekolah di daerah terdampak bencana, sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat, serta sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Baca Juga:

Secara nasional, program revitalisasi pendidikan pada tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp14 T untuk sekitar 11 ribu satuan pendidikan di berbagai daerah di Indonesia.


Khusus di Kabupaten Pidie Jaya, hingga saat ini terdapat 72 sekolah terdampak bencana yang telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) program revitalisasi tahun 2026 dengan total nilai Rp86,7 M.

Baca Juga:

Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 sekolah dilaksanakan secara swakelola, sementara 10 sekolah lainnya akan dikerjakan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).


Dilansir dari laman Kemendikdasmen, menurut Abdul Mu’ti, sejumlah sekolah yang telah menandatangani PKS pada tahap pertama bahkan sudah mulai memasuki tahap pekerjaan awal pembangunan.


“Untuk tahap pertama, yang sudah PKS tadi sudah mulai dikerjakan. Mudah-mudahan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya pada tahun ajaran baru dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar yang ideal,” katanya.


Selain perbaikan bangunan sekolah yang rusak, Kemendikdasmen juga tengah memproses penanganan bagi sekolah yang harus direlokasi karena kondisi lokasi yang tidak memungkinkan untuk digunakan kembali.


“Sekolah-sekolah yang memang dalam posisi harus relokasi, kami menunggu kepastian tempatnya. Mudah-mudahan bisa kami berikan prioritas dengan anggaran tahun 2026,” tambahnya.


Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 8 Meureudu, Martini, mengungkapkan bahwa saat bencana banjir melanda wilayah tersebut, sekolahnya terdampak cukup parah dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter sehingga seluruh ruang kelas dan perabotan sekolah terendam.


Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2026 sekolahnya memperoleh bantuan revitalisasi berupa rehabilitasi 12 ruang kelas. Penandatanganan PKS telah dilakukan dan proses pembangunan kini sedang berjalan. Menurutnya, peninggian bangunan sekolah yang dilakukan melalui program revitalisasi akan membantu sekolah lebih siap menghadapi potensi banjir di masa mendatang.


“Dengan adanya peninggian bangunan, ke depannya kalau ada banjir kami bisa lebih siaga. InsyaAllah aman ke depannya, dan anak-anak bisa belajar dengan baik di sini, tidak lagi takut dengan adanya banjir,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, Muhammadiah, menyampaikan bahwa sekolahnya merupakan salah satu sekolah negeri yang terdampak banjir paling parah di Kabupaten Pidie Jaya. Wilayah sekolah dan ruang-ruang kelas bahkan tertimbun tanah sehingga tidak dapat lagi dimanfaatkan.


“Di sini kami tidak bisa memanfaatkan sarana dan prasarana yang sudah ada, seperti komputer, TV, buku, semua sudah tertimbun,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa sebagian buku bantuan dari kementerian baru saja diterima kembali dan rencananya akan mulai dimanfaatkan setelah libur Lebaran.


“Buku ini dari kementerian baru datang, setelah Lebaran akan kami manfaatkan,” katanya.


Melalui program revitalisasi tahun 2026, SMA Negeri 2 Meureudu akan menerima bantuan pembangunan sekolah baru di lokasi yang sama dengan nilai Rp7,9 M yang akan dikerjakan oleh TNI AD.


“Harapan ke depan semoga pemerintah membangun yang lebih bagus lagi,” tutupnya.


Dengan adanya program revitalisasi ini, pemerintah menargetkan sekolah dengan kerusakan ringan hingga sedang dapat selesai pada akhir tahun ajaran baru Juni 2026. Sementara itu, sekolah dengan kerusakan berat maupun yang memerlukan relokasi ditargetkan rampung pada November 2026.


Melalui percepatan pembangunan tersebut, pemerintah berharap proses pemulihan pendidikan di wilayah terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat sehingga para peserta didik dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar