Tangerang Selatan (buseronline.com) - Di tengah meningkatnya penggunaan gawai dan media sosial di kalangan anak dan remaja, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak keluarga untuk meluangkan waktu berkualitas bersama anak.
Melalui kegiatan Safari Penguatan Karakter: #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga, pemerintah mendorong kolaborasi antara orang tua dan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak.
Program tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Masmidah Abdul Mu’ti saat kegiatan yang digelar di Banten, Selasa. Kegiatan ini diikuti secara serentak oleh murid dan orang tua di tiga wilayah, yakni Provinsi Banten, Sulawesi Tengah, serta Kepulauan Bangka Belitung.
Baca Juga:
Menurut Mendikdasmen, pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga.
“Melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kita ingin membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” ujarnya.
Baca Juga:
Ia menjelaskan, tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, bermasyarakat, makan sehat dan bergizi, serta tidur tepat waktu. Kebiasaan sederhana tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Selain itu, Kemendikdasmen juga mendorong implementasi gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga, yakni ajakan kepada orang tua untuk menyediakan waktu setiap hari bersama anak melalui berbagai aktivitas sederhana seperti berbincang, membaca cerita, atau bermain bersama.
“Waktu sederhana bersama anak akan menjadi momen berharga untuk memperkuat kedekatan antara orang tua dan anak,” kata Masmidah.
Dalam kegiatan safari tersebut, anak-anak juga diajak mengikuti aktivitas mendongeng bersama komunitas Kampung Dongeng Indonesia. Aktivitas bercerita dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk membangun komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Mendikdasmen juga mengapresiasi para orang tua yang terlibat langsung dalam kegiatan bercerita kepada anak-anak. Menurutnya, kegiatan mendongeng tidak hanya menyenangkan, tetapi juga dapat memperkuat hubungan emosional di dalam keluarga.
“Kedekatan antara orang tua dan anak melalui kegiatan bercerita serta komunikasi yang baik menjadi kunci terciptanya hubungan yang harmonis di dalam keluarga,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen Rusprita Putri Utami mengatakan kegiatan tersebut merupakan respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini, termasuk meningkatnya penggunaan gawai dan internet.
Ia mengungkapkan sejumlah data yang menunjukkan tingginya tingkat ketergantungan anak terhadap perangkat digital.
“Sekitar 31,4 persen remaja di Jakarta mengalami kecanduan internet, tujuh dari 10 remaja putri kecanduan media sosial, dan sembilan dari 10 remaja putra kecanduan gim daring,” jelasnya.
Menurut Rusprita, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan mental dan kualitas interaksi sosial anak apabila tidak diimbangi dengan aktivitas positif di lingkungan keluarga.
“Untuk menghadapi tantangan ini, peran keluarga menjadi sangat sentral. Orang tua perlu menghadirkan aktivitas bermakna di rumah agar anak-anak dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan,” ujarnya.
Kegiatan Safari Penguatan Karakter tersebut dirancang dengan pendekatan yang partisipatif dan kontekstual dengan melibatkan komunitas sebagai mitra. Anak-anak mengikuti berbagai aktivitas edukatif seperti pemutaran film pendek produksi Pusat Penguatan Karakter berjudul “Benih Kejujuran”, pagelaran dongeng Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bertema “Tabib Kesayangan Raja”, permainan edukasi berbasis kearifan lokal, hingga refleksi melalui penulisan esai untuk meningkatkan literasi siswa sekolah dasar.
Rusprita menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye nasional Gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga, yang mengajak orang tua untuk meluangkan waktu setiap hari bersama anak guna mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.
“Kami berharap melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, anak-anak dapat belajar tentang nilai-nilai kebaikan dan kejujuran, sementara orang tua dan guru terus membersamai proses tumbuh kembang mereka,” ujarnya.
Melalui Safari Penguatan Karakter ini, Kemendikdasmen berharap praktik baik penguatan karakter berbasis keluarga dapat semakin meluas di berbagai daerah, sehingga terbentuk ekosistem pendidikan yang saling mendukung antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media dalam membangun generasi Indonesia yang berkarakter. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar