Senin, 06 April 2026

Mendikdasmen Tegaskan MBG Jadi Pilar Pendidikan Karakter Siswa

GY Simanjuntak MSi - Sabtu, 21 Maret 2026 18:34 WIB
Mendikdasmen Tegaskan MBG Jadi Pilar Pendidikan Karakter Siswa
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti bersama jajaran Kemendikdasmen menyapa pelajar dari seluruh Indonesia dalam forum virtual “Pak Menteri Menyapa Pelajar Indonesia Hebat”, Selasa (17/3/2026). (Dok/Kemendikdasmen)

Semarang (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter bagi siswa di seluruh Indonesia.


Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu ti, dalam Rapat Koordinasi Implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 yang digelar di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa. Rapat tersebut dihadiri jajaran pemerintah provinsi serta sejumlah kementerian terkait.


Dalam laporannya, dilansir dari laman Kemendikdasmen,  Abdul Mu ti menjelaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter melalui gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH). Program tersebut mencakup tujuh kebiasaan utama, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Baca Juga:

Menurutnya, gerakan ini terus berkembang melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian kolaboratif dengan Laboratorium Sosiologi Universitas Indonesia, program MBG terbukti memberikan berbagai dampak positif bagi siswa.


“Program MBG membantu murid meningkatkan motivasi belajar, memberikan pengalaman menyenangkan bagi siswa baik dari produk maupun saat makan bersama, juga memberikan kesempatan bagi siswa dari kelompok sosio-ekonomi rendah mendapatkan pangan yang bergizi,” jelas Abdul Mu ti.

Baca Juga:

Secara nasional, implementasi program MBG telah menjangkau sekitar 49,6 juta murid atau 93 persen dari total 53,4 juta siswa di Indonesia. Program tersebut dilaksanakan di sekitar 288.845 sekolah atau sekitar 66,5 persen dari total sekolah yang ada.


Selain itu, pemerintah juga telah mendistribusikan modul edukasi dan pedoman implementasi MBG yang terintegrasi dengan penguatan pendidikan karakter kepada seluruh sekolah.


Abdul Mu ti menambahkan bahwa anggaran pendidikan pada tahun 2026 diproyeksikan meningkat hingga di atas Rp100 T. Anggaran tersebut akan digunakan antara lain untuk revitalisasi sekitar 70 ribu sekolah serta penguatan digitalisasi pembelajaran melalui penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP).


Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyoroti pentingnya pemenuhan gizi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


“SDM unggul ditentukan oleh asupan yang cukup. Sebagus apapun sekolahnya, kalau anak kurang gizi atau stunting, IQ-nya akan rendah. Kita harus memastikan swasembada pangan dan protein. Jika 82,9 juta penerima manfaat mengonsumsi satu telur sehari, maka gerakan ekonomi rakyat akan bangkit secara luar biasa,” ujarnya.


Dukungan terhadap peningkatan kualitas hidup anak juga disampaikan Menteri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi. Ia menegaskan bahwa program MBG tidak hanya menjadi intervensi gizi, tetapi juga bagian dari upaya perlindungan anak dalam pembangunan nasional.


“Program ini bukan hanya intervensi gizi, tetapi perlindungan anak yang menempatkan anak sebagai subjek pembangunan. Kami memastikan perempuan tidak hanya menjadi target, tetapi juga penggerak utama melalui pelibatan di dapur-dapur MBG dan UMKM lokal,” tegasnya.


Melalui sinergi dengan program Ruang Bersama Indonesia, jaringan Forum Anak Indonesia yang tersebar di 34 provinsi mencakup sekitar 13 ribu desa dan kelurahan, serta layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Kementerian PPPA berupaya memastikan partisipasi anak serta pengasuhan berbasis komunitas berjalan optimal.


Dukungan terhadap program MBG juga datang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang memperkuat pasokan protein bagi penerima manfaat. Saat ini, UMKM binaan kementerian tersebut telah melayani 128 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 15 provinsi dengan suplai ikan seperti tuna, lele, nila, dan patin.


Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan, menyatakan pihaknya juga mengembangkan program Seribu Kampung Nelayan Merah Putih untuk memastikan pasokan protein bagi program MBG.


“Kami mendekatkan produksi ikan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Peningkatan pemanfaatan protein dari ikan yang sangat murah, baik dari hasil budidaya maupun tangkap, akan diintegrasikan untuk kebutuhan SPPG,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memaparkan bahwa program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.


Hingga saat ini, sebanyak 3.826 SPPG di Jawa Tengah telah beroperasi dengan nilai perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp6 triliun. Setiap SPPG menerima anggaran sekitar Rp1 M per bulan, di mana sekitar 70 persen di antaranya digunakan untuk membeli bahan baku dari petani serta pelaku UMKM lokal.


Program ini juga telah melibatkan sekitar 152.593 relawan, 12.598 pemasok, serta 1.837 koperasi di wilayah Jawa Tengah.


“Kami juga terus melakukan penyisiran data untuk menjangkau santri di pesantren salafiyah, ibu hamil, dan balita yang belum memiliki NIK agar semua mendapatkan manfaat,” kata Dadan.


Menutup keterangannya, Abdul Mu ti menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan perbaikan terhadap pelaksanaan program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh anak Indonesia.


“Prinsip kami adalah: apa yang tidak bisa diambil semuanya, jangan dibuang semuanya. Jika ada kendala dalam implementasi MBG, kami akan terus memperbaikinya demi memastikan 100 persen anak Indonesia mendapatkan hak gizi yang layak sekaligus pendidikan karakter yang baik,” pungkasnya. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar