Senin, 06 April 2026

Kawal Program Prioritas, Kemendikdasmen Tingkatkan Sinkronisasi Pusat dan Daerah

GY Simanjuntak MSi - Minggu, 01 Maret 2026 11:00 WIB
Kawal Program Prioritas, Kemendikdasmen Tingkatkan Sinkronisasi Pusat dan Daerah
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat (tengah) bersama jajaran Kemendikdasmen, BPMP, serta perwakilan pemerintah daerah berfoto bersama usai pembukaan Konsolidasi Daerah (Konsolda) Pelaksanaan Program Prioritas di Balai Penjaminan

Sumatera Selatan (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan pelaksanaan program prioritas pendidikan berjalan tepat sasaran dan akuntabel.


Hal tersebut ditegaskan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat saat membuka kegiatan Konsolidasi Daerah (Konsolda) Pelaksanaan Program Prioritas di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Rabu.


“Harapan kami, Konsolidasi Daerah ini menjadi wadah penguatan dan koordinasi agar kewenangan pusat dan daerah tidak saling tumpang tindih (overlap), melainkan saling menguatkan demi memastikan program prioritas benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Atip di sela kunjungan kerjanya di Sumatera Selatan.

Baca Juga:

Ia menekankan pentingnya pengawalan ketat dari seluruh pemangku kepentingan agar penggunaan anggaran tepat sasaran serta berdampak nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi murid. Langkah ini, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya visi Generasi Emas 2045.


Kegiatan tersebut turut ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Dukungan Pemerintah Daerah terhadap program dan kegiatan Kemendikdasmen di Provinsi Sumatera Selatan. Komitmen ini melibatkan BPMP Sumsel, Pemerintah Provinsi, serta 17 pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Selatan sebagai bentuk kesepahaman dalam mengawal mutu pendidikan.

Baca Juga:

Direktur SMA Kemendikdasmen, Winner Jihad Akbar, menjelaskan bahwa forum Konsolda merupakan ruang penyelarasan kebijakan nasional hingga tingkat daerah.


“Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Sumatera Selatan sesuai kebijakan pusat agar sinkron antara kebijakan pusat dan daerah,” ujarnya.


Winner menambahkan, sinergi tersebut mencakup pengawasan berbagai program strategis seperti revitalisasi sekolah, digitalisasi pendidikan, hingga program Makan Bergizi Gratis. Ia menegaskan, komitmen bersama yang ditandatangani juga mencakup dukungan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program prioritas.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondyaboni, menyambut baik langkah Kemendikdasmen yang turun langsung menyerap aspirasi daerah. Menurutnya, koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dalam menjawab tantangan pendidikan di daerah.


“Kami berterima kasih di sini kita bisa menyamakan apa saja yang menjadi permasalahan di daerah, kemudian bagaimana mensinkronkannya agar menjadi sebuah formula yang menjadi solusi bagi kita semua,” ungkapnya.


Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan bantuan pusat, khususnya dalam program revitalisasi sekolah, mengingat kondisi anggaran daerah yang tengah mengalami penyesuaian.


Dalam arahannya, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Atip memberikan perhatian serius terhadap akuntabilitas pengelolaan anggaran revitalisasi yang kini mencapai hampir Rp90 T untuk sekitar 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Ia menekankan bahwa kewenangan pusat dan daerah harus konvergen atau menyatu.


“Kewenangan dan tanggung jawab itu harus konvergen, tidak divergen. Harus satu frekuensi. Tidak boleh adanya overlap kewenangan yang justru akan melahirkan ketiadaan akuntabilitas,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan agar kualitas pembangunan fisik menjadi prioritas utama. “Tolong, jangan sampai laporan sudah selesai, tapi begitu dicek bangunannya doyong atau miring-miring. Jangan sampai sekolah yang rusak parah justru hanya menerima pembangunan toilet saja,” ujarnya.


Atip turut menceritakan pengalamannya menemukan sekolah yang masih menggunakan bangku lama seperti era 1970-an, bahkan ada yang meminjam bangku dari pos ronda. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya percepatan revitalisasi agar murid dapat belajar di fasilitas yang layak.


Menutup arahannya, ia berpesan kepada para guru agar menerapkan metode “Pembelajaran Mendalam” yang diperoleh dari pelatihan ke dalam praktik di kelas.


“Guru harus memiliki penguasaan konten yang kuat agar bisa mengajak murid masuk kepada meaningful learning. Guru harus seperti penyanyi yang mampu membuat materi sesulit apa pun menjadi menarik bagi murid,” pungkasnya.


Usai membuka Konsolda, Wamendikdasmen melanjutkan kunjungan lapangan ke SD Negeri 06 Indralaya, SMP Olahraga Negeri Sriwijaya, dan SMA Negeri 21 Palembang untuk memantau langsung implementasi program prioritas pendidikan di tingkat satuan pendidikan. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar