Senin, 06 April 2026

Wamen Atip Tegaskan Revitalisasi Sekolah Amanah Rakyat, Tingkatkan Pembelajaran Menyenangkan di Sumsel

GY Simanjuntak MSi - Minggu, 01 Maret 2026 09:12 WIB
Wamen Atip Tegaskan Revitalisasi Sekolah Amanah Rakyat, Tingkatkan Pembelajaran Menyenangkan di Sumsel
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menyampaikan arahan saat kunjungan kerja di Sumatera Selatan dalam rangka meninjau implementasi program revitalisasi satuan pendidikan dan mendorong pembelajaran mendalam. (Dok/Kemendikdasmen)

Sumatera Selatan (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan merupakan amanah besar dari rakyat yang harus dijalankan secara transparan dan akuntabel.


Selain itu, ia juga mendorong penerapan metode pembelajaran mendalam (deep learning) yang humanis, kontekstual, dan menyenangkan bagi para murid.


Penegasan tersebut disampaikannya dalam kunjungan kerja di Provinsi Sumatera Selatan guna meninjau implementasi program prioritas pendidikan di SD Negeri 06 Indralaya, SMP Olahraga Negeri Sriwijaya, dan SMA Negeri 21 Palembang.

Baca Juga:

Saat memberikan arahan di SMA Negeri 21 Palembang, Atip mengungkapkan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan segera setelah pelantikan, guna memastikan hadirnya pendidikan bermutu di seluruh Indonesia.


“Ini adalah amanah titipan dari masyarakat, dari rakyat kita. Uang ini harus kita awasi bersama karena ini berasal dari pajak rakyat,” tegasnya di hadapan jajaran pejabat daerah.

Baca Juga:

Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dalam pengelolaan anggaran yang telah dialokasikan secara presisi. “Semua sudah dihitung agar hasilnya optimal. Tidak perlu lagi ada praktik-praktik yang tidak benar dalam perencanaan maupun pengawasan fee,” tambahnya.


Pemerintah memilih skema swakelola dalam pelaksanaan revitalisasi untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of responsibility) dari pihak sekolah.


Menurutnya, langkah tersebut terbukti efisien. Dari total anggaran sekitar Rp16,9 T, pemerintah mampu meningkatkan jangkauan penerima manfaat dari 13.400 menjadi sekitar 16.150 satuan pendidikan dalam kurun waktu 4–5 bulan.


Meski demikian, Atip menekankan perlunya pelibatan sumber daya lokal dan perguruan tinggi secara optimal agar program ini turut menggerakkan perekonomian daerah.


“Kita ingin melihat berapa banyak tenaga kerja lokal yang bisa terserap melalui program swakelola ini. Ini yang akan terus kami evaluasi,” ujarnya.


Selain infrastruktur, ia juga menyoroti pentingnya akurasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia mengingatkan agar pengisian data dilakukan secara jujur dan sesuai fakta demi mendukung perencanaan kebijakan yang tepat sasaran.


Dalam kunjungan ke SD Negeri 06 Indralaya, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Atip meninjau langsung Kelas Matematika dan berdialog dengan para guru. Ia mendorong agar pengajaran matematika tidak lagi berfokus pada angka semata, tetapi dikemas melalui narasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari murid.


“Saya berpesan kepada guru agar mulai memberikan soal matematika yang kontekstual. Buatlah pembelajaran itu mendalam namun tetap menyenangkan,” ujarnya.


Suasana keceriaan juga terlihat saat ia mengunjungi SMP Olahraga Negeri Sriwijaya. Di sekolah yang dikenal mencetak atlet-atlet berprestasi tersebut, Atip berinteraksi dengan murid kelas VIII dalam sesi pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan papan interaktif (Interactive Flat Panel).


Ia mendorong para murid untuk berani berbicara tanpa takut melakukan kesalahan tata bahasa.


“Bahasa Inggris bukan sekadar bahasa asing, tapi bahasa internasional dan sains. Ini adalah keharusan. Masukan saya untuk guru, gunakan bahasa Inggris sepenuhnya di kelas karena bahasa itu perlu dipaksa agar terbiasa,” tuturnya.


Ia pun membagikan pengalamannya belajar bahasa secara cepat dengan penutur asli. Menurutnya, metode efektif adalah membiarkan murid berbicara terlebih dahulu tanpa takut salah, kemudian secara bertahap memperbaiki tata bahasa mereka.


Menutup rangkaian kunjungan, Atip meninjau hasil revitalisasi di SMA Negeri 21 Palembang yang menerima bantuan sebesar Rp3,2 M untuk pembangunan 11 ruang kelas baru (RKB) dan tiga paket toilet. Kunjungan tersebut sekaligus menandai peresmian simbolis program revitalisasi bagi 42 satuan pendidikan di seluruh Provinsi Sumatera Selatan.


Melalui kunjungan ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen memastikan setiap bantuan infrastruktur berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pedagogi yang memanusiakan murid di seluruh pelosok negeri. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar