Bandung (buseronline.com) - Suasana pembelajaran di SMPN 5 Bandung dan SDN 001 Merdeka Bandung tampak hidup dan interaktif saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, meninjau langsung implementasi Pembelajaran Mendalam (PM), Senin.
Dalam kunjungan tersebut, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Wamendikdasmen melihat secara langsung praktik pembelajaran di berbagai mata pelajaran yang menekankan keterlibatan aktif murid, kolaborasi, serta penguatan pemahaman konseptual.
Di SMPN 5 Bandung, pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, murid mempresentasikan proyek e-book bertema “Sumatra: Hidden Wonders of Indonesia” yang diwakili Raden Alvira. Proyek tersebut memuat sejarah dan sastra wilayah Sumatra, alat musik tradisional, busana adat, rempah-rempah, fauna, makanan khas, hingga tradisi dan budaya. Selain memperkaya wawasan, kegiatan ini juga melatih kemampuan kolaborasi serta pemecahan masalah secara berkelompok.
Baca Juga:
Pendekatan serupa terlihat pada pembelajaran Bahasa Indonesia yang dikemas melalui metode joyful learning dengan memanfaatkan Papan Interaktif Digital (PID). Guru mengawali pembelajaran dengan kuis benar atau salah melalui aplikasi Kahoot yang diakses murid menggunakan gawai masing-masing.
Selanjutnya, pemutaran video materi teks prosedur diikuti diskusi mengenai kalimat larangan, kalimat anjuran, serta unsur kebahasaan lainnya. Suasana kelas pun menjadi dinamis dengan partisipasi aktif siswa.
Baca Juga:
Dalam dialog bersama murid, Atip menekankan pentingnya pertanyaan pemantik sebagai pembuka presentasi agar peserta didik terlibat sejak awal. Ia juga mengajukan sejumlah pertanyaan terkait benua dan pulau-pulau di wilayah paling ujung Sumatra untuk memperdalam pemahaman siswa.
“Pembelajaran mendalam memberikan informasi sekaligus inspirasi. Dengan pendekatan ini, murid dapat memahami secara lebih komprehensif dan mengontekstualisasikan mata pelajaran dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Atip.
Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, serta Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat, Sugito Adiwarsito.
Sementara itu, Kepala SDN 001 Merdeka Bandung, Sri Winggowati, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wamendikdasmen sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap praktik pembelajaran di satuan pendidikan.
“Beliau ingin melihat secara langsung bagaimana metode ini diterapkan, apa saja tantangannya, dan bagaimana dampaknya terhadap siswa,” ujarnya.
Sri menambahkan, dalam dialog pembelajaran, Wamen Atip menekankan pentingnya penguasaan konsep oleh peserta didik serta penguatan keterampilan pedagogik guru agar pembelajaran dapat berlangsung secara bermakna dan menyenangkan.
Senada dengan itu, Kepala SMPN 5 Bandung, Asep Hidayat, menyebut kunjungan tersebut sebagai momentum strategis untuk refleksi dan evaluasi bersama.
“Ini menjadi motivasi bagi guru dan peserta didik sekaligus ruang dialog dan umpan balik konstruktif untuk perbaikan berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, kehadiran pimpinan kementerian secara langsung menumbuhkan rasa percaya diri sekolah bahwa praktik Pembelajaran Mendalam yang diterapkan telah berada di jalur yang tepat.
Pada akhir kunjungan, Atip menegaskan bahwa pelatihan guru harus diikuti dengan implementasi nyata di kelas.
“Pelatihan saja tidak cukup jika belum diimplementasikan secara optimal. Kita ingin memastikan guru tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga mampu menerapkannya dalam proses pembelajaran sehari-hari,” pungkasnya.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memastikan Pembelajaran Mendalam berjalan efektif dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar