Jumat, 22 Mei 2026

Nawal Yasin Siap Kawal Revitalisasi 980 PAUD untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak di Jateng

Minggu, 15 Februari 2026 09:06 WIB
Nawal Yasin Siap Kawal Revitalisasi 980 PAUD untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak di Jateng
Bunda PAUD Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin (kanan) didampingi Direktur PAUD Kemendikdasmen Nia Nurhasanah memberikan keterangan kepada media usai audiensi di Kantor Kemendikdasmen RI, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (Dok/Jatengprov)
Jakarta (buseronline.com) - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menegaskan komitmennya mengawal program revitalisasi satuan PAUD sebagai upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di wilayahnya.

Komitmen tersebut disampaikan saat audiensi bersama Direktur PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Nia Nurhasanah, di Kantor Kemendikdasmen RI, Jakarta, Jumat.

Nawal mengatakan, pihaknya siap mengawal program Direktorat PAUD yang menargetkan revitalisasi 980 satuan PAUD di Jawa Tengah hingga 2029.

Berdasarkan data Direktorat PAUD per Januari 2026, sebanyak 980 satuan PAUD di 980 desa di Jawa Tengah telah mengajukan bantuan revitalisasi. Rinciannya meliputi:

968 rehabilitasi ruang kelas baru (RKB),

5 pembangunan unit sekolah baru (USB),

7 revitalisasi Sekolah Satu Atap (Satap).

Nawal menegaskan, pengawalan program menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan terserap optimal. Seluruh data usulan akan dimonitor secara ketat melalui koordinasi lintas sektor.

“Tugas daripada Bunda PAUD serta Pokja PAUD ini, bagaimana kita betul-betul mengawal usulan revitalisasi satuan PAUD ini,” ujar Nawal.

Dalam waktu dekat, dilansir dari laman Jatengprov, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi serta 35 kabupaten/kota, hingga Bunda dan Pokja Bunda PAUD se-Jawa Tengah guna memastikan kesiapan administrasi dan kondisi faktual di lapangan.

Ia menjelaskan, koordinasi penting untuk memetakan lokasi desa penerima program sekaligus memastikan satuan PAUD yang mengajukan bantuan telah memenuhi seluruh persyaratan.

Beberapa ketentuan yang harus dipenuhi antara lain:

Memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN),

Terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik),

Menjadi penerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan,

Memiliki legalitas serta status lahan yang jelas.

Direktorat PAUD akan melakukan verifikasi administrasi dan faktual sebelum bantuan APBN dikucurkan.

“Banyak persyaratan yang harus dipenuhi, seperti status lahan dan lain sebagainya. Nanti kami akan melakukan advokasi dan edukasi kepada pengelola PAUD,” kata Nawal.

Ia menambahkan, revitalisasi bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif guna mendukung tumbuh kembang anak serta kesiapan memasuki pendidikan dasar.

Program revitalisasi ini selaras dengan prioritas Bunda PAUD Jawa Tengah dalam memperbaiki sarana prasarana, memperluas akses, serta meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini, khususnya di desa.

Penguatan PAUD juga sejalan dengan komitmen Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin dalam menyukseskan program wajib belajar satu tahun prasekolah melalui visi “Ngopeni Bocah Nglakoni Setahun Wajib Prasekolah”.

Sementara itu, Direktur PAUD Kemendikdasmen, Nia Nurhasanah, menyampaikan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Program tersebut merupakan mandat dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 dan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Bantuan menggunakan dana APBN dan diberikan tanpa membedakan status sekolah, baik negeri maupun yang dikelola masyarakat, selama memenuhi ketentuan.

“Harus memastikan mereka yang mengajukan bantuan memenuhi persyaratan. Ada upaya dari Bunda PAUD supaya mereka bisa memenuhi regulasi untuk menerima bantuan revitalisasi,” ungkap Nia.

Dengan pengawalan lintas sektor dan verifikasi ketat, program revitalisasi 980 PAUD di Jawa Tengah diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini secara merata dan berkelanjutan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Mulai Beroperasi Juli 2026
150 Siswa Jabar Jalani Pendidikan Karakter Pancawaluya di Mako TNI Cilandak
Pemprov Jabar Pastikan Siswa Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah pada SPMB 2026
Polda Sumsel dan Divhumas Polri Perkuat Mitigasi El Nino Hadapi Ancaman Karhutla
41 Apoteker Baru Perkuat Layanan Kesehatan di Garut
komentar
beritaTerbaru