Minggu, 31 Mei 2026

Pemprov Jabar Dorong Kesetaraan Pendidikan lewat Beasiswa Pancawaluya

Sabtu, 14 Februari 2026 06:12 WIB
Pemprov Jabar Dorong Kesetaraan Pendidikan lewat Beasiswa Pancawaluya
Suasana kegiatan belajar mengajar di salah satu SMA di Jawa Barat. (Dok/Jabarprov)
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akses pendidikan setara bagi seluruh peserta didik melalui Program Beasiswa Personal Pancawaluya bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Tahun Anggaran 2025, Rabu (11/2/2026).

Program ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 422.5/Kep.777-Disdik/2025 tentang Peserta Didik SMA, SMK, dan SLB Penerima Beasiswa Personal Pancawaluya Tahun Anggaran 2025.

Dilansir dari laman Jabarprov, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyatakan bahwa program ini menjadi wujud komitmen pemerintah untuk memastikan siswa dari sekolah negeri maupun swasta memiliki kesempatan pendidikan yang sama.

“Beasiswa Personal Pancawaluya dirancang untuk membantu peserta didik agar tetap mendapatkan layanan pendidikan tanpa terhambat persoalan ekonomi,” jelas Purwanto. Ia menegaskan penyaluran beasiswa dilakukan tepat sasaran dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Pemprov Jabar mengalokasikan anggaran sebesar Rp35 M pada Tahun Anggaran 2025 untuk mendukung program ini. Total penerima beasiswa mencapai 9.401 siswa, terdiri dari 4.641 siswa sekolah negeri dan 4.760 siswa sekolah swasta. Setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp3.600.000 selama masa pendidikannya.

Purwanto menekankan bahwa beasiswa ini menjadi solusi agar anak-anak di Jawa Barat tidak terhambat pendidikan akibat keterbatasan ekonomi.

“Tidak boleh ada anak Jawa Barat yang putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Negara harus hadir memastikan semua anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan,” pungkasnya.

Program Beasiswa Personal Pancawaluya diharapkan mampu mendorong pemerataan pendidikan, menekan angka putus sekolah, dan membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi akademik maupun keterampilan vokasi secara optimal. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Polrestabes Medan Ungkap 136 Kendaraan Diduga Hasil Kejahatan Disimpan di 8 Gudang
Pemprov Sumut Catat Kemajuan Signifikan Sektor Kesehatan Sepanjang 2025
Kasus Whip Pink Diusut, Bareskrim Bidik Konsumen Gas N2O dari Kalangan Selebgram
Mendikdasmen Tinjau Persiapan Sekolah Terintegrasi di Teluk Bintuni
Menag Ajak Umat Buddha Jadikan Waisak Momentum Menjaga Perdamaian Dunia
PSG Juara Liga Champions 2025/2026 Setelah Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti
komentar
beritaTerbaru