Minggu, 24 Mei 2026

Berkat PHTC Presiden, Wamen Fajar Apresiasi Kemajuan Capaian Belajar Sekolah di Jateng

Jumat, 23 Januari 2026 09:02 WIB
Berkat PHTC Presiden, Wamen Fajar Apresiasi Kemajuan Capaian Belajar Sekolah di Jateng
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq berdialog dengan guru dan peserta didik saat meninjau pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dalam pembelajaran di SD Kristen Danukusuman, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026). (D

Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengapresiasi peningkatan capaian pembelajaran di sejumlah sekolah di Jawa Tengah yang dinilai berhasil berkat dukungan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden melalui Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran.


Apresiasi tersebut disampaikan Wamen Fajar saat melakukan peninjauan langsung ke beberapa satuan pendidikan di Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis.


Salah satunya di SMA Negeri 1 Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, di mana ia melihat langsung capaian hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) peserta didik yang berada di atas rata-rata nasional pada sejumlah mata pelajaran.


Di sekolah tersebut, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Wamen Fajar menilai keberhasilan peningkatan capaian pembelajaran tidak terlepas dari tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang semakin memadai. Menurutnya, program Revitalisasi Satuan Pendidikan telah memberikan dampak nyata terhadap kualitas proses belajar mengajar di ruang kelas.


Kepala SMA Negeri 1 Kartasura, Suharja, mengatakan bahwa program revitalisasi sebagai bagian dari PHTC Presiden berkontribusi besar dalam meningkatkan semangat belajar peserta didik dan kinerja guru. Peningkatan fasilitas sekolah membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman dan kondusif.


“Peningkatan fasilitas ini berdampak pada penguatan, peningkatan, dan percepatan kualitas pembelajaran. Ke depan, kami berharap program revitalisasi ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan dan menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah,” ujar Suharja.


Ia menjelaskan, SMA Negeri 1 Kartasura menerima anggaran sebesar Rp1.512.688.000 yang digunakan untuk pembangunan dua ruang kelas baru, rehabilitasi lima ruang kelas, serta pembangunan satu toilet sekolah.


Dampak positif revitalisasi juga dirasakan langsung oleh peserta didik. Salah seorang siswa SMA Negeri 1 Kartasura, Oxcelvea, mengungkapkan bahwa sebelum rehabilitasi, keterbatasan ruang kelas membuat proses belajar kurang nyaman. Setelah dilakukan perbaikan, suasana belajar menjadi lebih kondusif dan mendukung interaksi antar siswa.


“Sekarang suasananya jadi lebih nyaman dan jarak kelasnya juga lebih dekat, jadi kita bisa lebih fokus belajar. Harapannya, pembangunan seperti ini bisa semakin merata dan bermanfaat untuk teman-teman semua,” ungkapnya.


Menanggapi hal tersebut, Wamen Fajar menegaskan pentingnya dukungan seluruh warga sekolah dan pemangku kepentingan agar keberlanjutan ekosistem pembelajaran yang berkualitas dapat terus terjaga.


“Program Revitalisasi Satuan Pendidikan memang hadir untuk menyediakan ruang belajar yang lebih layak dan kondusif sebagai penunjang peningkatan kualitas pendidikan,” tuturnya.


Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur pendidikan harus sejalan dengan perbaikan capaian pembelajaran di ruang kelas agar tercipta ekosistem pendidikan yang utuh dan berkelanjutan.


“Intinya, kita harapkan pembangunan revitalisasi ini nyambung dengan perbaikan capaian pembelajaran. Sarana dan prasarana yang baik harus melahirkan kualitas pembelajaran yang baik pula, sehingga sekolah mampu melahirkan anak-anak yang berkualitas,” imbuhnya.


Sebelumnya, Wamen Fajar juga mengunjungi SD Kristen Danukusuman di Kota Surakarta. Di sekolah tersebut, ia meninjau pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) dalam proses pembelajaran. Ia berdialog dengan guru dan peserta didik serta melihat langsung bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan interaksi belajar di kelas.


Menurut Wamen Fajar, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan guru dalam mengoperasikan perangkat pembelajaran digital sekaligus melihat pengalaman belajar peserta didik. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan digitalisasi pembelajaran diberikan secara adil tanpa membedakan sekolah negeri maupun swasta.


“Kita ingin memastikan seberapa paham guru mengoperasikan PID dan seberapa menikmati murid menggunakan fasilitas tersebut. Kehadiran kami juga sebagai dukungan moral kepada sekolah-sekolah swasta yang selama ini konsisten menjalankan tugas konstitusional dalam mendidik anak bangsa,” jelasnya.


Kepala SD Kristen Danukusuman, Veronica Prima, menyampaikan bahwa pemanfaatan PID memberikan manfaat nyata dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif. Penggunaan teknologi tersebut mendorong guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan meningkatkan keterlibatan peserta didik.


“Dengan adanya bantuan PID, pembelajaran menjadi lebih interaktif dan mendorong guru mengeksplorasi metode yang lebih menarik. Anak-anak menjadi lebih antusias dan terlibat aktif karena pembelajaran berlangsung dua arah,” ujarnya.


Hal senada disampaikan guru SD Kristen Danukusuman, Ari Tamtomo. Ia menilai penggunaan PID sangat menunjang proses pembelajaran di era digital, terutama di tengah kuatnya pengaruh media sosial terhadap peserta didik.


“PID bantuan dari program Bapak Presiden Prabowo ini sangat luar biasa karena menunjang proses pembelajaran. Di zaman modern seperti sekarang, pembelajaran berbasis teknologi sangat dibutuhkan untuk memperluas wawasan siswa,” ungkap Ari.


Wamen Fajar berharap melalui PHTC Presiden, ekosistem pendidikan di Indonesia dapat tumbuh secara utuh dan berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan generasi unggul yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kementan Pacu Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi
KPK Luncurkan Program “Desa Matang Pengadaan” untuk Perkuat Pencegahan Korupsi Dana Desa
PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari
Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus
Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja
komentar
beritaTerbaru