Minggu, 24 Mei 2026

Densus 88 AT Polri Bekali Siswa SMAN 90 Jakarta dengan Parenting Ideologi

Kamis, 22 Januari 2026 09:08 WIB
Densus 88 AT Polri Bekali Siswa SMAN 90 Jakarta dengan Parenting Ideologi
IPTU Rudiana Bachrie, Narasumber Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri memberikan materi Parenting Ideologi kepada perwakilan komite sekolah, wali murid, dan guru dalam kegiatan pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRE
Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan Parenting Ideologi di SMAN 90 Jakarta, Senin.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan komite sekolah, wali murid, dan guru sebagai upaya memperkuat peran keluarga dan sekolah dalam mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), khususnya di era digital.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran serta kapasitas orang tua dan pendidik dalam melakukan pencegahan dini terhadap paparan ideologi ekstrem pada anak dan remaja, yang kini semakin masif melalui media sosial, platform digital, hingga game online.

Narasumber dari Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri, IPTU Rudiana Bachrie, menegaskan bahwa orang tua dan guru memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mencegah penyebaran paham IRET di lingkungan keluarga dan sekolah.

“Orang tua dan guru harus lebih peka terhadap perubahan sikap, perilaku, dan pergaulan anak, terutama di media sosial. Mereka harus menjadi duta cegah, melakukan deteksi dini, serta mampu mengenali ciri-ciri awal anak yang terpapar ideologi ekstrem,” ujar IPTU Rudiana Bachrie.

Ia menjelaskan, pendekatan pencegahan tidak cukup hanya melalui penindakan hukum, tetapi harus dimulai dari penguatan nilai-nilai toleransi, kebangsaan, serta komunikasi yang terbuka antara orang tua, guru, dan peserta didik.

Kegiatan Parenting Ideologi ini diikuti oleh 50 peserta, yang terdiri atas perwakilan Komite Sekolah, wali murid, dan guru SMAN 90 Jakarta. Para peserta mendapatkan edukasi mengenai nilai-nilai toleransi, ideologi kebangsaan, serta strategi melindungi diri dan anak dari paparan paham IRET (POK IRET) di ruang digital, termasuk media sosial dan game online.

Selain itu, dilansir dari laman Humas Polri, peserta juga dibekali pemahaman tentang pola rekrutmen kelompok ekstremis di dunia maya serta langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga dan sekolah.

Kasubbag Tata Usaha SMAN 90 Jakarta, Hj Indah Noor Saktiningsih, menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap edukasi yang diberikan dapat memberikan dampak nyata bagi orang tua dan guru.

“Dengan kegiatan ini, kami berharap peserta semakin memahami pentingnya pencegahan paham IRET dan dapat menjadi bagian dari upaya preventif untuk menangkal bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, khususnya di lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Melalui kegiatan Parenting Ideologi ini, Densus 88 AT Polri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendekatan pencegahan berbasis keluarga dan sekolah, guna membangun generasi muda yang toleran, berkarakter kebangsaan, serta tangguh menghadapi pengaruh ideologi ekstrem di era digital. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kementan Pacu Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi
KPK Luncurkan Program “Desa Matang Pengadaan” untuk Perkuat Pencegahan Korupsi Dana Desa
PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari
Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus
Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja
komentar
beritaTerbaru